BATAM – Pembangunan infrastruktur wilayah kepulauan (hinterland) Batam mulai menggeliat dengan adanya program Pembangunan Infrastruktur Kelurahan (PIK), sehingga berimbas terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan.
“Sekarang pembangunan wilayah pulau mulai menggeliat semenjak adanya program PIK, masyarakat memberikan apresiasi besar adanya program tersebut,” kata Anggota DPRD Batam Komisi IV, Suardi Tahirek saat dilansir dari HALUANKEPRI.COM, Minggu (11/6).
Dikatakannya, program ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat pulau, dimana selama ini belum tersentuh secara merata akan fokus pembangunan infrastruktur Pemko Batam, padahal masih banyak ruang publik yang seharusnya dibangun oleh pemerintah.
“Sebelum ada program PIK masyarakat pulau tidak merasakan penggalakan pembangunan oleh Pemko Batam, sebab hanya mendapatkan sekitar 2 persen dari anggaran yang ada,” ujarnya.
Dilanjutkannya, fokus dana PIK dipergunakan untuk melakukan pembangunan jalan dan pelantar, dimana dalam pengerjaannya melibatkan masyarakat setempat, sehingga lebih tepat sasaran karena mereka bisa menentukan sendiri mana kebutuhan paling mendesak.
“Galang, Bulang dan Belakangpadang pembangunan sekarang sudah merata, ketika saya turun masyarakat menyampaikan bahwa manfaat PIK sangat luar biasa,” ucapnya.
Dia menilai, apabila pembangunan infrastruktur dilakukan diwilayah pulau maka secara otomatis ekonomi kerakyatan akan meningkat, pasalnya akses lebih dipermudah sehingga bisa mengurangi cost masyarakat sendiri, dan terpenting adalah bagaimana sentuhan Pemko Batam terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melihat dampak program PIK ini, kita akan mengusulkan anggaran yang akan diberikan kepada Kelurahan lebih ditingkatkan lagi, dimana sebelumnya Rp1 miliar akan menjadi Rp1,25 miliar pada tahun anggaran 2018/2019,” tutupnya.
(RED/HK)
BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…
PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…
Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…
Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…
Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…
This website uses cookies.