BATAM – Meninggalnya seorang tahanan di Polresta Barelang bernama, Hendri Alfred Bakary atau Hendri Otong dianggap janggal, pemerhati korban Napza dari yayasan Embun Pelangi, Hasiholan Kristanto Tobing mendesak Propam Polda Kepri untuk segera melakukan penyelidikan selain menunggu hasil autopsi dari jenazah Almarhum.
Hal ini diungkapkannya kepada swarakepri ketika dihubungi, Kamis (20/8/2020) malam.
“Saya pikir selain menunggu untuk dilakukan autopsi yah bisa dilakukan penyelidikan oleh Propam dong dengan acuannya kronologi kejadian dan lain-lain,” ujarnya.
Kata dia, autopsi bukan satu-satunya alat untuk membuktikan kejanggalan kematian Hendri Otong.
“Kita berharap untuk kasus ini jangan lama-lama lah untuk diselidiki. Otopsi bukan satu-satunya alat untuk membuktikan. Saya yakin pengguna napza tidak terima perlakukan hukum yang dialami oleh Hendri atas perlakuan oknum dari institusi tersebut,” bebernya.
Holan menjelaskan, saat ini pihak keluarga dari Almarhum belum sepakat untuk melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Almarhum Hendri.
“Yayasan Embun Pelangi yang mana saya mewakilin hanya sebagai pendamping saja dan semua keputusan ada di tangan keluarga. Kita tetap mendorong untuk segera dilakukan autopsi ulang agar kebenaran bisa terungkap dan tidak ada lagi Hendri lainnya yang meninggal seperti yang dialami saudara Hendri,”pungkasnya.
(shafix)
Jakarta, April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah…
BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…
JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
This website uses cookies.