Categories: BATAMHeadlines

Pemeriksaan Kapal Bermuatan Diduga Sabu Masih Berlangsung

BATAM – Pemeriksaan kapal berbendera Singapura yang diduga bermuatan satu ton lebih sabu hingga saat ini berlangsung di dermaga Bea Cukai Sekupang.

Pantauan di lapangan, petugas keamanan masih berjaga di pintu masuk Sekupang Logistic.

Puluhan awak media juga belum diperbolehkan masuk ke dalam.

Informasi yang diterima, kapal berbendera Singapura diduga membawa sabu-sabu dengan berat total 1.600 Kg.

Sebelumnya, pada awal Februari 2018, Tim WFQR Lanal Batam juga telah berhasil mengamankan kapal MV Sunrise Glory yang membawa 1 ton sabu-sabu di perbatasan perairan Batam-Singapura.

 

 

Penulis  : Roni

Editor    : Siska

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bitcoin Pizza Day 2026: Dari Dua Loyang Pizza Menjadi Simbol Pertumbuhan Aset Digital Global dan Indonesia

Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…

1 jam ago

The Long Weekend Edit: Panduan Gaya Menawan untuk Silaturahmi dan Liburan Idul Adha

Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…

2 jam ago

Misteri Terungkap! Ini 2 Perusahaan Sponsor WNA Kasus Scam Trading Baloi View Batam (6)

BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…

4 jam ago

Ngeri! Perusahaan Asal Tiongkok Diduga Paksa Karyawan Kerja 84 Jam per Minggu Tanpa Libur

BATAM – Perusahaan manufaktur asal Tiongkok yang beroperasi di Kawasan Industri Tanjung Uncang Kota Batam…

5 jam ago

Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok…

6 jam ago

Optimisme di Tengah Kenaikan: Harga ATK Diprediksi Normal Seiring Meredanya Konflik Global

Kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu berdampak pada rantai pasok industri alat tulis kantor (ATK)…

7 jam ago

This website uses cookies.