BATAM – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengatakan maraknya pengemis di bawah umur di Batam akibat ketidakseriusan Dinas Sosial untuk melakukan pengawasan.
“Persoalan pengemis, pengamen, bahkan anak punk ini selalu ada bahkan semakin bertambah apalagi sudah menjelang lebaran, ini bukti ketidakseriusan Dinas Sosial,” kata Politisi PKB ini di ruang kerjanya, Kamis (15/6).
Aman meminta Dinas Sosial lebih serius lagi melakukan penertiban di seluruh lokasi penyebaran pengemis, pengamen dan anak punk.
“Kami mendorong dinas sosial harus rutin menertibkan ini semua, anggaran sudah ada, kalau masih seperti ini pengawasannya saya yakin malah makin bertambah nanti. Bidang penindakan dan pengawasan dalam hal ini harus lebih dioptimalkan lah fungsinya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keberadaan pengemis ini tentunya merusak estetika kota Batam yang dikenal dengan Batam Bandar Dunia Madani.
“Sehari-hari kita lihat di jodoh tempat-tempat makan dan tongkrongan, yang makan disana rata-rata wisatawan lalu muncul pengemis, otomatis membuat tidak nyaman, dan kita juga malu melihat seperti itu,” jelasnya.
Ditambahkan dia lagi, pengemis yang kebanyakan masih di bawah umur itu perlu ditelusuri asalnya dari mana. Karena manurutnya banyak yang didatangkan dari luar kota untuk dipekerjakan.
“Dinsos tentunya harus menyelidiki asal para pengemis ini, saya yakin tidak semua warga Batam, pasti ada dari luar,” tutupnya.
Penulis : Roni Rumahorbo
Editor : Rudiarjo Pangaribuan
Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…
Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…
MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
This website uses cookies.