Categories: BISNIS

Pengrajin Tempe Raih Omzet Puluhan Juta Per Bulan

BATAM – Ahmad, pengrajin dan pedagang Tempe di daerah Bida Asri Batam Center bisa menghasilkan omset hingga puluhan juta rupiah selama sebulan.

Dibantu sebanyak 13 orang karyawan yang terdiri dari tukang cuci dan memasak, pembungkus serta sales lapangan, Ahmad mampu membayar buruh harian dari Rp 75.000 sampai Rp. 120.000 perhari untuk tiap karyawannya.

Sedangkan bahan baku kedelai di dapatkan dari distributor impor dari Malaysia dan Amerika karena kacang kedelai lokal sangat susah di dapatkan di daerah Batam pada umumnya.

Dalam seharinya Ahmad mampu menghabiskan sebanyak 17 karung ukuran 50 kg atau sebanyak 650 kg yang di pasarkan di pasar Botania I dan II serta daerah Tanjung Piayu, Batu Aji dan Tembesi.

“Untuk bahan baku kedelai kami dapatkan dari distributor sales kacang yang di impor dari Malaysia dan Amerika, untuk satu karungnya di bandrol dengan harga Rp. 350.000/kg,” jelas Yayan salah satu karyawan Ahmad, Selasa(8/8).

“Kalau untuk omset perbulannya di pukul rata bisa mencapai Rp 40 jutaan lah tergantung sepi ramainya, khususnya hari sabtu dan minggu atau hari besar,” paparnya.

Sedangkan produksi tempe berbentuk kotak pipih mampu di produksi sebanyak 3000 bungkus dengan dua macam bentuk dan produksi tempe bentuk persegi panjang mampu di produksi sebanyak 600 bungkus/ perharinya.

Untuk harga jual sendiri di bandrol ke pada pedagang pasar senilai Rp 2000 untuk tempe bentuk pipih dan untuk ukuran persegi panjang di patok dengan harga Rp. 6.000.

Dijelaskan bahwa proses pembuatan tempe tersebut di mulai dari bahan baku kedelai mentah di rebus dan di rendam satu hari setelah itu di giling pakai mesin diikuti dengan penyiraman air yang sudah ada pengaturan di mesin tersebut untuk membuang semua kulit kacang, selanjunya di cuci sampai bersih dan tidak boleh ada kulit sedikitpun karena akan merusak proses pembentukan tempe itu sendiri agar hasilnya maksimal.

Setelah pencucian selesai selanjutnya yaitu proses fermentasi menggunakan ragi dan setelah selesai baru di masukan karung biar hangat selanjutnya di lakukan pembungkusan baik menggunakan daun maupun plastik sesuai pesanan.

“Tempe sendiri memiliki ketahanan selama 3 hari untuk bisa di konsumsi, bahkan dari negara tetangga Malaysia dan Singapura ada yang pesan,” terangnya.

Bagi anda yang berminat, Tempe Ahmad siap melayani dan mengantar sampai tujuan atau datang langsung ke alamat Bougenville 2 no 22A.

 

 

 

Penulis : IKA

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Region 6 Ikuti Pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 Bersama Insan Pers Nasional

BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk…

11 menit ago

Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region

BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…

9 jam ago

Eksepsi Ditolak, Sidang Perkara Dju Seng Lanjut ke Pembuktian

BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…

11 jam ago

Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR

Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…

14 jam ago

Tangkap Tren Renovasi Hunian, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat yang Fleksibel

Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…

14 jam ago

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…

14 jam ago

This website uses cookies.