Categories: BATAM

Penyelundup Emas 2,5 Kg dari Malaysia Divonis 2 Tahun Penjara, Jaksa Banding

BATAM – Ega Aditiya, terdakwa kasus penyelundupan 2,5 Kg emas dari Malaysia ke Batam divonis 2 Tahun Penjara dan denda Rp50 juta pada sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis 12 Maret 2026.

Vonis Majelis Hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU) yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp100 Juta.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa Ega Aditiya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyelundupan di bidang impor sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ega Aditiya oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 Tahun dan pidana denda sejumlah Rp50 Juta yang harus terdakwa bayarkan dalam jangka waktu paling lama 1 bulan sejak putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap,”kata Ketua Majelis Hakim Tiwik.

Dalam putusannya, Majelis Hakim juga mentatakan, menetapkan jika pidana denda tersebut tidak dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka kekayaan atau pendapatan terpidana dapat disita dan dilelang untuk melunasi pidana denda yang tidak dibayar.

“Dalam hal, hasil penyitaan dan pelelangan kekayaan atau pendapatan tidak cukup atau tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, pidana denda yang tidak dibayar tersebut diganti dengan pidana penjara selama 50 hari,”kata Tiwik.

Atas vonis Majelis Hakim ini, Jaksa Penuntut Umum(JPU) telah menyatakan banding pada Jumat 13 Maret 2026.

Kronologi Kasus Penyelundupan Emas 2,5 Kg dari Malaysia 

Terdakwa Ega Aditiya diamankan petugas Bea Cukai Batam di Pelabuhan Internasional Batam Center ketika didapati membawa perhiasan emas sebanyak 2.541,3 gram tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan pada Senin 22 September 2026.

Terdakwa membawa emas tersebut dari Malaysia ke Batam dengan modus menyembunyikan emas kedalam saku celana dan diikat diperut terdakwa menggunakan korset.

Terdakwa berangkat dari Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia menuju ke Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Batam dengan menggunakan Kapal MV. Dolphin 5./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Region 6 dan BPBD Jaksel Uji Kesiapsiagaan Operasional Melalui Simulasi BCM

BRI Region 6 berkolaborasi dengan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dan bekerja sama dengan…

1 jam ago

Universitas Swasta Terbaik Indonesia, BINUS University Perkuat Akses Pendidikan Global di Berbagai Daerah

JAKARTA, 11 Juli 2026 – Pemerataan kualitas pendidikan tinggi menjadi salah satu fondasi penting dalam…

3 jam ago

BRI Finance Dorong Kemudahan Kepemilikan Kendaraan melalui BRI KKB Expo di Indonesia Timur

PT BRI Multifinance Indonesia ("BRI Finance") terus memperkuat sinergi dengan BRI dalam memperluas akses layanan…

4 jam ago

3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy

Ini dia tiga restoran yang menghadirkan suasana brunch santai di salah satu destinasi yang paling…

5 jam ago

Dupoin Futures Raih Penghargaan Top Futures Broker 2026 dari Bloomberg Technoz bersama Indonesia Data

PT Dupoin Futures Indonesia meraih penghargaan Top Futures Broker 2026 dalam ajang Bloomberg Technoz Recognition Awards 2026…

5 jam ago

Anatomi Kuliner Seminyak: Polarisasi Tiga Stratum Ekonomi dalam Satu Koridor Jalan

SEMINYAK — Seminyak berhasil menciptakan replika ekosistem F&B yang komplet namun kontras. Ruang urban yang sempit…

5 jam ago

This website uses cookies.