Dua petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) melintasi panel sel surya di pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Desa Oelpuah, Kupang, 20 Juli 2017. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf via Reuters)
JAKARTA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan $172 miliar atau Rp2.635 triliun untuk membangun pembangkit listrik energi terbarukan (EBT) dan smart grid atau jaringan listrik pintar dari saat ini sampai 2040, kata Evy Haryadi, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Kamis (7/9).
Perusahaan setrum pelat merah itu berencana membangun 60 gigawatts (GW) pembangkit listrik EBT hingga 2040, kata Evy dalam diskusi panel di acara Indonesia Sustainability Forum di Jakarta.
Dari kapasitas tersebut, sekitar 34 GW adalah pembangkit listrik panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sisanya sekitar 28GW adalah pembangkit listrik dari energi terbarukan variabel, seperti surya, angin dan kemungkinan nuklir.
“Kita butuh energi baru sekitar 2035 ke atas karena renewablesnya (energi terbarukan.red) sudah terutilisasi. Masih perlu dipastikan salah satu alternatifnya nuklir,” kata Evy.
Untuk kebutuhan pembangunan smart grid, yang memungkinkan listrik dari pembangkit energi terbarukan yang bersifat intermiten terdistribusi secara otomatis, PLN membutuhkan $5miliar hingga 2040, imbuhnya.
Evy tidak menyebut bagaimana memenuhi kebutuhan investasi untuk pembangunan energi terbarukan itu./VOA
PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…
BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…
Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…
Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…
BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…
This website uses cookies.