Foto illustrasi Ekstasi
Campuran Heroin, Ganja dan Amfetamin
MEDAN – swarakepri.com : Sebanyak 950 butir ekstasi jenis baru campuran heroin, ganja dan amfetamin diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat dari tangan tersangka Mur(29) dalam perjalanan dari Aceh menuju Kota Medan.
“Kami amankan satu tersangka yang hendak menyeludupkan pil ekstasi jenis baru ke Medan,” kata Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro, Minggu (1/11/2015) di Stabat.
Ia mengatakan tersangka Mur (29) merupakan warga Dusun Dayah Kelurahan Mause, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh.
Tersangka diamankan dalam perjalanan dari Aceh menuju Kota Medan dengan menggunakan bus bernomor polisi BL 7304 AK.
Ketika memeriksa bus tersebut, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat mendapati ekstasi dalam tas berwarna hitam.
“Ini ekstasi jenis baru berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Polda Sumut,” kata dia.
Pil ekstasi jenis baru itu rencananya akan dipasarkan ke wilayah Kota Medan.
Di hadapan petugas penyidik, tersangka menjelaskan barang haram tersebut berasal dari LBR, warga Lokseumawe, Kabupaten Aceh Utara.
“Tersangka mengaku hanya membawa saja, dengan upah Rp 1 juta,” kata Dwi.
Dwi mengatakan, tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (red/kompas)
Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…
Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…
Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…
Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…
Dana darurat sebaiknya mudah diakses saat dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak orang yang fokus mengumpulkan dana…
This website uses cookies.