Categories: NASIONAL

Polisi Selidiki Penggunaan Gas Air Mata di Pertandingan Arema-Persebaya

MALANG – Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki belasan petugas yang bertanggung jawab menembakkan gas air mata yang diduga memicu insiden berdesak-desakan yang menewaskan 125 orang, termasuk 17 anak-anak, di pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya akhir pekan lalu.

Pertandingan di Kota Malang, Jawa Timur, itu sebetulnya hanya ditonton para penggemar Arema FC di kota kelahirannya. Panitia penyelenggara telah melarang kunjungan para pendukung Persebaya Surabaya karena sejarah persaingan sepak bola yang keras di Indonesia. Insiden itu adalah salah satu bencana paling mematikan di dunia dalam acara olahraga.

Sejumlah saksi mata mengatakan para penggemar klub sepak bola itu membanjiri lapangan dan menuntut manajemen Arema menjelaskan mengapa, setelah 23 tahun tak terkalahkan di kandang melawan Persebaya, pertandingan pada Sabtu malam berakhir dengan kekalahan 3-2.

Para pemain dan ofisial klub Arema FC melakukan salat di luar Stadion Kanjuruhan di mana banyak suporter kehilangan nyawa akibat terinjak-injak Sabtu malam di Malang, Senin, 3 Oktober 2022. (Foto: AP)

Beberapa dari 42.000 suporter Arema melemparkan botol dan benda lain ke arah para pemain dan ofisial sepak bola. Setidaknya lima kendaraan polisi digulingkan dan dibakar di luar stadion.

Sebagian besar kematian terjadi setelah polisi anti huru hara, mencoba menghentikan kekerasan dengan menembakkan gas air mata, termasuk ke arah tribun penonton, yang memicu kepanikan penonton. Sebagian besar dari 125 orang yang meninggal tewas karena terinjak-injak atau kesulitan bernafas.

Sedikitnya 17 anak termasuk di antara yang tewas dan tujuh lainnya dirawat di rumah sakit, kata Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Polisi mengatakan 323 orang secara keseluruhan terluka dalam bentrokan itu, beberapa dari mereka masih kritis.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan dalam konferensi pers bahwa 18 petugas yang bertanggung jawab atas penembakan gas air mata, mulai dari tingkat menengah hingga tinggi, sedang diselidiki bersamaan “hal-hal internal yang berkaitan dengan manajemen keamanan.”

Ia mengatakan polisi masih menanyai para saksi dan menganalisis rekaman dari 32 kamera keamanan di dalam dan di luar stadion dan sembilan ponsel milik para korban sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengidentifikasi tersangka pengacau. Dua petugas polisi termasuk di antara yang tewas.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

2 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

4 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

7 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

8 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

8 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

9 jam ago

This website uses cookies.