Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa Batam sebagai kawasan ekonomi khusus harus mengacu pada business friendly orientation sehingga Batam dapat menawarkan solusi agar logistik di Tanah Air khususnya Batam lebih efisien.
“Batam harus bisa menjadi kawasan ekonomi khusus yang kita harapkan dan peranannya harus bisnis friendly, kepada dunia usaha tidak boleh ada jarak dan kita harus lebih bersifat melayani karena dengan demikian maka kita berkompetisi dengan negara-negara tetangga yang lain kita membutuhkan Batam untuk, diujung tombak sebab pertumbuhan ekonomi kita melalui Batam itu tidak boleh turun lagi jadi kita titip betul kepada seluruh jajaran BP Batam ini bisa lebih meningkatkan lagi kinerjanya,” ujarnya saat melihat stand BP Batam, Jumat(3/3).
Kunjungan Mahasiswa dan Dosen dari Swiss – German University di stand BP Batam (foto : Humas BP Batam)
Indonesia yang merupakan salah satu logistik hub terpenting didunia sekaligus merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara menjadi pusat digelarnya Pameran CeMAT (Central Material Handling and Automotion) Southeast ASIA 2017.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) kembali meraih penghargaan The Most Innovative Digitalization of Digital…
Parepare, April 2026 - Aktivitas penumpang di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare selama periode angkutan Lebaran…
Di tengah gejolak harga komoditas global dan dinamika industri pertambangan, Holding Industri Pertambangan MIND ID…
Jakarta, 14 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group…
MALUKU – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, mempercepat program hilirisasi kelapa…
LRT Jabodebek mencatat penurunan 10% pengguna pada Jumat (10/4) karena kebijakan WFH ASN, terutama di…
This website uses cookies.