Categories: BATAMBP BATAM

Presiden Prabowo Tunjuk Amsakar dan Li Claudia Pimpin BP Batam

BATAM – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam terpilih, Li Claudia Chandra sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ex-officio.

Penunjukan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2025, yang merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 dan terakhir direvisi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2019.

Dengan regulasi baru ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam secara otomatis memenuhi syarat untuk menjabat sebagai pimpinan BP Batam dalam kapasitas ex-officio.

“Tidak ada kata tidak siap bagi kami. Ketika amanah diberikan, kami harus menjalankannya dengan baik dan sepenuh hati untuk menyukseskan kebijakan ini,” kata Amsakar Achmad, Senin (17/2/2025).

Meski telah ditunjuk, Amsakar menegaskan bahwa pelantikan serta penyusunan struktur kelembagaan BP Batam masih dalam tahap proses.

“Saat ini, baru salinan aturan yang terdistribusi. Pelantikan serta pembahasan struktur kelembagaan masih dalam tahap persiapan,” ungkapnya.

Sebagai Kepala BP Batam ex-officio yang ditunjuk, Amsakar menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Salah satu aspek utama yang menjadi fokusnya adalah integrasi rencana tata ruang BP Batam dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam, agar pemanfaatan lahan lebih optimal.

Ia juga mencatat tren positif investasi dalam tiga tahun terakhir sejak kebijakan ex-officio diterapkan. Meski demikian, menurutnya, masih terdapat peluang untuk lebih mengoptimalkan status Free Trade Zone (FTZ) agar menarik lebih banyak investor asing.

“Investasi yang masuk saat ini masih seimbang antara penanaman modal asing dan dalam negeri. Kita harus bisa memanfaatkan FTZ untuk meningkatkan daya saing Batam di tingkat internasional,” ujarnya.

Amsakar juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 7,4 persen pada 2024 menjadi 8 persen atau lebih. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara BP Batam, kementerian terkait, dan pemerintah pusat sangat diperlukan agar pembangunan ekonomi daerah berjalan sejalan dengan kebijakan nasional.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KA Siliwangi Angkut Hampir 5 Ribu Pelanggan, Tertinggi Liburan Sekolah

Kereta Api (KA) Siliwangi kembali membuktikan perannya sebagai moda transportasi andalan masyarakat di wilayah Cianjur…

34 menit ago

Alasan Business Management dan Marketing Unggul di International Undergraduate Program

Di era bisnis yang semakin kompetitif dan terhubung secara global, membangun karier di bidang manajemen…

55 menit ago

Metland Cikarang Raih Rekor MURI Dragrace Pushbike Anak Terbanyak

Metland Cikarang kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori "Balap Lintasan…

1 jam ago

Budaya Organisasi Kunci Penguatan E-Government BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

Transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya…

2 jam ago

Argumen Penutup Bowie Yoenathan di Sidang Kasus Lahan Pulau Rempang

BATAM - Mantan Direktur PT.Agrilindo Estate, Bowie Yoenathan menyampaikan argumen penutup atau closing statement pada…

8 jam ago

Universitas Amikom Yogyakarta Hadirkan Creative Economy Park, Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif dalam Satu Ekosistem

Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit di Indonesia. Berdasarkan data Badan…

8 jam ago

This website uses cookies.