Categories: POLITIK

Puluhan Kios Liar Diduga Milik Oknum DPRD Batam, Ini Pengakuan Penyewa

Kalau disini amanlah, tak mungkin di gusur. Kan surat ijin lengkap. Apalagi ada anggota DPRD yang bekingi”

 

BATAM – Dugaan adanya oknum anggota DPRD Batam yang memiliki puluhan kios liar yang luput dari penggusuran tim terpadu, Jumat(8/4/2016) kemarin di bundaran Perumahan Tropicana Batam Center, Batam, Kepulauan Riau semakin terang benderang.

 

Untuk membuktikan dugaan tersebut, tim liputan AMOK Group melakukan investigasi dan meminta informasi dari beberapa penyewa kios yang diduga milik anggota DPRD Batam tersebut, Sabtu(9/4/2016) siang.

 

Mawar(nama samaran), mengaku telah 2 bulan menyewa kios disekitar bundaran perumahan Tropicana yang diduga milik oknum anggota DPRD Batam tersebut.

 

Dia mengungkapkan ada oknum anggota Dewan yang melindungi kios yang mereka sewa dari penggusuran oleh tim terpadu.

 

“Kalau disini amanlah, tak mungkin di gusur. Kan surat ijin lengkap. Apalagi ada anggota DPRD yang bekingi,” ujarnya.

 

Menurutnya puluhan kios yang digusur tim terpadu kemarin(Jumat,red) disebabkan tidak ada kelengkapan ijin dan letak bangunan yang terlampau dekat dengan bahu jalan.

 

“Bisa jadi ijinnya tak ada mas, kan juga letaknya terlalu mepet sama jalan. lihat itu,” bebernya sambil menunjuk kearah puluhan kios yang telah digusur tim terpadu.

 

Dia mengaku menyewa kios yang ditempatinya kepada seseorang yang mengaku sebagai adik anggota DPRD Batam.

 

Anggota DPRD Batam tersebut kata Mawar merupakan penyokong dana untuk membangun puluhan kios yang ada di sekitar bundaran Tropicana tersebut.

 

“Anggota Dewan itu bagian pendanaannya, yang mengerjakan adiknya. Kalau beli cash Rp 150 juta, kalau sewa Rp 12 juta per tahun mas,” bebernya.

 

Meski demikian, dia tetap mengaku belum bisa bernafas lega, karena ada informasi akan ada penggusuran lanjutan oleh tim terpadu.

 

“Masih was-was juga lah mas, ada kabar Selasa depan akan ada penggusuran lanjutan. Padahal di sini saya sudah cocok, tanahnya luas 13 meter, bisa di buat dua kamar, satu dapur dan warung,” jelasnya.

 

Dia berharap ada relokasi tempat jika nantinya kembali dilakukan penggusuran oleh tim terpadu. Pasalnya, dia dan keluarga sudah tidak mempunyai tempat lagi untuk bisa bertahan hidup dan usaha.

 

“Kalau bisa janganlah mas, kemana lagi kami akan tinggal. Ibaratnya inilah harta kami satu-satunya,” pungkasnya.

 

Pantauan dilapangan, pemilik puluhan kios yang terkena penggusuran tim terpadu Jumat kemarin terlihat masih sibuk mengangkat sisa-sisa barang yang masih bisa di manfaatkan lagi.

 

Hingga berita diunggah, oknum anggota DPRD Batam yang disebut-sebut memiliki puluhan kios liar di bundaran Tropicana belum berhasil dikonfirmasi.

 

(red/d/tim)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

SP BRI Region 6 Gelar MCU untuk 100 Pekerja

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Pekerja BRI (SP BRI), SP BRI Region…

2 jam ago

Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026

Pertamina melalui Pertamina Foundation berkomitmen mendukung pemerintah dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui hilirisasi…

2 jam ago

Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Dalam situasi tekanan terhadap daya beli masyarakat dan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif…

3 jam ago

Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari…

3 jam ago

Dibangun PTPP, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat,…

12 jam ago

Minat Mobil Bekas Meningkat, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 169 Persen

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…

14 jam ago

This website uses cookies.