BATAM – Sekitar 76 unit rumah liar (ruli) yang berada di RT 7 RW 2 Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Batam ditertibkan Tim terpadu menggunakan satu unit alat berat.
Pantauan di lapangan, Rabu (26/7), proses penggusuran ruli tersebut dikawal sekitar 300 personil gabungan Satpol PP, Ditpam BP Kepolisian dan Marinir. Penggusuran berlangsung kondusif.
Lurah Taman Baloi, Musyadek mengatakan bahwa penggusuran ini dilakukan untuk membuka akses baru dari simpang kara menuju simpang Orchid.
“Pemukiman ruli memang harus kita laksanakan karena memang berada di badan jalan, dan warga juga sudah memahami bahwa ini untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Musyadek di sela-sela penggusuran.
Dia menjelaskan, penggusuran puluhan rumah yang baru terealisasi tersebut sebelumnya sudah melalui proses negosiasi dengan warga yang terdampak penggusuran.
“Sudah empat kali kita lakukan negosiasi dengan warga yang rumahnya akan digusur, hampir setiap hari kita melakukan pendekatan dan kita juga sudah menyerahkan uang ganti rugi bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan sekitar,” katanya di sela-sela penggusuran.
Salah seorang warga sempat berteriak karena rumahnya akan diratakan menggunakan alat berat.
“Jangan dirobohkan dulu, peralatan rumah ini saya beli semua bukan gratis,” teriaknya.
Beberapa petugas tim terpadu langsung sigap mengamankan pria tersebut ke tempat yang aman.
Warga lainnya juga tampak dibantu tim terpadu kemas-kemas barang-barang yang ada di dalam rumah sebelum dirobohkan alat berat.
Penulis : Roni Rumahorbo
Editor : Rudiarjo Pangaribuan
BATAM - Mantan Direktur PT.Agrilindo Estate, Bowie Yoenathan menyampaikan argumen penutup atau closing statement pada…
Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit di Indonesia. Berdasarkan data Badan…
Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam bidang Kecerdasan Buatan. Pada 16 Juli…
Bekerja sebagai freelancer menawarkan fleksibilitas, tetapi penghasilannya sering kali tidak tetap. Karena itu, cara mengatur…
MIND ID Grup memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan memanfaatkan lebih dari 1…
ONESIA menggelar rangkaian kegiatan sosial pada akhir Juni 2026 melalui dua agenda yang berfokus pada…
This website uses cookies.