Categories: BATAM

Yayasan Embun Pelangi Sosialisasi Bahaya Trafficking

BATAM – Yayasan Embun Pelangi Kota Batam Menggelar Sosialisasi terkait pelibatan publik dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang digelar di Ruang Balai Kartika, Bandung Resto, Simpang Kara, Kelurahan Baloi Permai Kecamatan Batam Kota, Batam, Selasa (25/7/2017).

Kegitan ini dihadiri oleh utusan dari Kecamatan Batam Kota dan Sekupang beserta utusan dari 13 Kelurahan dan unsur masyarakat.

Ketua Pembina Yayasan Embun Pelangi Efrizal mengungkapkan kegiatan ini merupakan kerja sama antara pihak yayasan dan Kemendikbud dalam mensosialisasikan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada Publik dan perwakilan Pemerintah.

“Kami dipercayakan oleh Kemendikbud dalam serangkainan Sosialisasi kegiatan terkait tindak perdagangan orang dan untuk kegiatan kali ini kami memilih 2 tempat di Batam yang rentan dalam perdagangan orang yaitu Sekupang dan Batam Kota karena daerah tersebut, banyak remaja, tenaga kerja, tempat hiburan malam, tempat penampungan TKI, dan Pelabuhan sehingga rentan untuk dilakukan Perdagangan Orang,” terangnya.

Menurutnya Banyak Indikasi Terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kota Batam di antara eksploitasi anak dan seksual yang menurutnya butuh pencegahan.

“Batam termasuk daerah transit, banyak orang luar datang ke sini karena berbatasan dengan negara lain, hiburan dan kasus tindak pidana sudah mulai banyak, sehingga butuh pencegahan dan penindakan. Yayasan kami juga menangani korban, dan setiap korban butuh penanganan karena mereka merasa bersalah dan pasrah saat menjadi Korban,” ungkapnya.

Dia juga mengharapkan pencegahan, penagan, dan penindakan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah maupun masyarakat luas.

“Undang-undang nomor 21 tahun 2007 harus disosialisakikan ke masyarakat, agar kita semua dapat memahami baik pencegahan, penanganan dan penindakan,” harapnya.

Kasubdit Pendidikan Orang Tua Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Palupi Raraswati menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada publik melalui Kepala Desa agar masyarakat memahami lebih luas terkait pencegahan Tindak Pidana Perdaganga Orang.

“Kemendikbud dalam hal tindak pidana perdagangan orang ingin mensosialisasikan lebih luas lagi kepada Kepala Desa ataupun Kelurahan, banyak masyarakat ataupun orang tua terindikasi TPPO dan kita berupaya menyadarkan pelaku dan melakukan pencegahan perdagangan orang tersebut dan dibutuhkan keterbukaan informasi,” jelasnya.

Dia Menambakhan pihak Kelurahan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat dengan bebagai cara, diantaranya dengan mesosialisaikan pencegaha perdagangan orang dalam kegiatan kegiatan lain.

“Kita dapat melakukan sosialisasi melalui rapat di Kelurahan, perkumpulan Ibu PKK, Majelis Taklim, melalui Pertemuan Panguyuban dan lain-lain, masyarakat harus diberi kesadaran bahwa ini tidak bisa dikerjakan sendiri- sendiri,” ujarnya.

Tokoh Masyarakat Patam, Kecamatan Sekupang, Indra Jaya menambahkan, aksi nyata sangat diperlukan dari pemerintah dan penegak hukum dalam menangani TPPO.

“Sosialisasi sudah sering dilakukan, namum pada kenyataannya aksi belum terlihat, kita menyampaikan ke masyarakat juga masih hanya sebatas teori, tentu harus ada yang menjalankan aturan,” tutupnya.

 
Penulis : Tatang Hidayat

Editor   : Roni Rumahorbo

Roni Rumahorbo

Recent Posts

Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic

Jakarta 30 April, – Kalyce Aesthetic Clinic dengan bangga mengumumkan Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic, sebuah klinik…

26 menit ago

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Cuckoo, produsen peralatan rumah tangga terkemuka asal Korea Selatan, secara resmi memperkenalkan Lee Jun-ho sebagai…

1 jam ago

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Perubahan pola hidup masyarakat dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan hunian yang…

1 jam ago

Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional, Presiden RI Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Nasional Fase 2

Cilegon (30/4) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi…

2 jam ago

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Dalam era ekonomi digital saat ini, data telah menjadi aset yang sama berharganya dengan komoditas…

3 jam ago

Langkah Baru, Semangat Baru: PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan yang inklusif, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL)…

3 jam ago

This website uses cookies.