BATAM – Ratusan warga Kampung Seranggong, Kelurahan Sadai, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (28/1/2020) pagi. Mereka menuntut BP Batam untuk melakukan pembatalan pengalokasian lahan (PL) pihak ketiga di lahan yang kini mereka tempati.
“Pembatalan PL di lokasi Kampung Tua Seranggong, RT 10/RW 13, Kelurahan Sadai,” kata Feri, perwakilan warga saat dikonfirmasi.
Sementara itu, kuasa hukum warga, Bali Dalo mengatakan, pihaknya meminta BP Batam menunjukkan legalitas yang dimiliki oleh PT Arnada Pratama Mandiri dan PT Pesona Bumi Barelang.
Tuntutan ini kata dia, sebab pihak perusahaan terindikasi telah melakukan pelanggaran terkait SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) penggusuran beberapa waktu lalu.
“Perusahan melakukan penggusuran rumah masyarakat tanpa diskusi dan ganti rugi, padahal dalam SPJ BP Batam itu selalu ditulis, kalau biaya pemindahan pemukiman itu menjadi tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.
Selain itu kata dia, bukti kalau Kampung Seranggong ini termasuk dalam 37 titik Kampung Tua sudah sangat jelas. Salah satunya yakni dari pihak ahli waris memang sudah mendiami lokasi tersebut di bawah tahun 1969 atau sebelum BP Batam ada.
“Ahli waris itu sejak lahir tahun 1957 sudah tinggal di sana sekarang masih hidup, artinya bukti ini cukup kalau Seranggong ini telah ada jauh dari BP Batam ada,” tegasnya.
Dari pantauan Swarakepri, sebagian pengunjuk rasa tengah bertemu dengan pejabat BP Batam. Sementara di halaman kantor, beberapa polisi masih tetap disiagakan.
(Elang)
Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…
Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…
MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
This website uses cookies.