Categories: BISNIS

Reklamasi Pantai Golden Prown, Row Jalan Gereja ikut Dikeruk

BATAM – Aktivitas pengerukan lahan di Tanjung Buntung yang digunakan untuk proyek reklamasi pantai Golden Prown Bengkong, Batam, Kepuluan Riau semakin mengkhawatirkan.

 

Pengurus Gereja HKPB AGAPE Tanjung Buntung, Manullang mengatakan aktivitas pengerukan lahan tidak memperdulikan masyarakat sekitar, karena pengerukan lahan saat ini sudah memakan row jalan Gereja yang ada.

 

“Tahun 2009 kita beli lokasi dan pemerintah memberikan row jalan 10 meter untuk gereja. Tapi sekarang sudah dikeruk,” ujarnya kepada AMOK Group, Kamis (28/4/2016) sore.

 

Menurutnya row jalan 10 meter yang diberikan pemerintah saat ini hanya tersisa empat meter.

 

“Dulu 10 meter di berikan pemerintah, dan itu ada di peta lokasi. Sekarang tinggal empat meter saja,” bebernya.

 

Manullang juga mengaku sudah pernah menyampaikan ke pengelola terkait row jalan yang telah dikeruk tersebut, tapi hingga saat ini tidak ditanggapi.

 

“Sudah pernah kita sampaikan ke pihak pengelola dan mereka bilang akan mengurusnya, tapi sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.

 

Ditanya soal ganti rugi dari pengelola, Manullang mengaku belum pernah menerimanya. “Ganti rugi apanya? yang ada debu makan debu setiap hari,”jelasnya.

 

Dia berharap Pemerintah memeriksa izin AMDAL pengelola. “Seharusnya ini diperiksa Amdal nya. Saya tinggal di sini dari tahun 2005 dan pengerukan dimulai 2013, tapi kompensasi ke warga tidak ada sama sekali dari pengelola,” ujarnya.

 

Pihak Gereja kata Manullang, meminta pihak terkait yang melakukan pengerukan membangun tembok di seputaran gereja yang telah dikeruk.

 

“Harapan kita ditembok lah ini, karena ini Gereja dan kas Gereja hanya dari jemaatnya. Mana sanggup kita membangunnya. Karena ini dalamnya ada sepuluh meter, kami takut anak-anak nanti yang jatuh kebawah,” jelasnya.

 

Manullang juga menyayagkan sikap pemerintah terkait aktivitas pengerukan lahan yang juga berdampak kepada Puskesmas, Kantor Lurah dan Sekolah.

 

“Padahal itu punya negara, masa di diamkan seperti itu, atau jangan-jangan?,” ujar heran.

 

(red/Jef)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

5 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

6 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

6 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

6 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

6 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

7 jam ago

This website uses cookies.