Baliho Raksasa Dibiarkan Tak Terurus
BATAM – Baliho raksasa ukuran 5 x 10 meter milik WDG advertising roboh di tepi jalan dekat Perumahan Plamo Garden Batam Center beberapa hari lalu. Ironisnya, baliho yang sudah dalam kondisi rusak berat ini justru dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya.
Sungkono (45) warga setempat, mengatakan baliho tersebut sudah roboh beberapa hari lalu dan menimpa pagar pembatas yang ada.
“Pas waktu hujan disertai angin hari Rabu kemarin, tapi tidak ada yang mengurusnya,” ujarnya kepada Swarakepri.com, Jumat(5/8/2016) siang.
Menurutnya pemilik baliho tersebut tidak bertanggungjawab, karena tidak ada perbaikan yang dilakukan hingga saat ini.
“Kondisinya kosong, tidak ada yang pasang iklan,” beberanya.
Baliho yang roboh tersebut kata dia sangat mengganggu pemandangan, warga juga menjadi khawatir melintas di sekitar baliho tersebut.
“Ngeri juga pak, papan sebesar ini saja bisa tumbang, untung tidak menimbulkan korban,” ucapnya.
Jamal, koordinator lapangan WDG advertising ketika dikonfirmasi membenarkan baliho tersebut adalah milik perusahaan tempatnya bekerja.
Dia berdalih, pihaknya belum bisa melakukan pengangkatan terhadap baliho tersebut karena faktor keuangan.
“Ya sudah tahu pak, dana untuk operasionalnya belum ada,” ujarnya ketika dihubungi Swarakepri.com, Jumat sore(5/8)
Meski demikian, dia berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengangkat baliho tersebut.
“Secepatnya, akan di angkat,” ujarnya.
Pantauan lapangan, baliho raksasa tersebut menimpa sebuah pohon dan merusak pagar pembatas.
(RED/DRO)
BATAM - Mantan Direktur PT.Agrilindo Estate, Bowie Yoenathan menyampaikan argumen penutup atau closing statement pada…
Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit di Indonesia. Berdasarkan data Badan…
Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam bidang Kecerdasan Buatan. Pada 16 Juli…
Bekerja sebagai freelancer menawarkan fleksibilitas, tetapi penghasilannya sering kali tidak tetap. Karena itu, cara mengatur…
MIND ID Grup memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan memanfaatkan lebih dari 1…
ONESIA menggelar rangkaian kegiatan sosial pada akhir Juni 2026 melalui dua agenda yang berfokus pada…
This website uses cookies.