Categories: BATAM

Sebulan Berlalu, Apa Kabar Kasus Dua Kontainer Barang Bekas di Sagulung?

BATAM – Aparat Kepolisian Polresta Barelang mengamankan dua kontainer barang bekas dari Singapura di Kawasan Sagulung Batam sebulan lalu yakni pada Sabtu 8 November 2025.

Dari lokasi, diamankan barang bukti dua kontainer dan lori beserta muatan barang bekas. Sejumlah saksi-saksi juga telah dilakukan pemeriksaan di Polresta Barelang.

Belakang diketahui 2 kontainer tersebut adalah milik importir PT Aliando Pertama Sukses dengan nomor kontainer CCSU9156100 40 ft dan nomor HNSU5011444 40 ft yang sebelumnya telah diamankan oleh petugas Bea Cukai Batam pada 14 Oktober 2025.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavia menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima barang bukti dua kontainer barang bekas dari Polresta Barelang.

“Kami masih menunggu barang diserahkan,”ujarnya kepada SwaraKepri, Senin 8 Desember 2025 pagi.

Saat berita ini diunggah, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin dan Kasat Reskrim Polresta Barelangm, Kompol Debby Tri Andrestian belum berhasil dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus penangkapan 2 kontainer barang bekas di Sagulung tersebut.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Diskusi Anti(Kodat) 86, Ta’in Komari angkat bicara terkait penangkapan dua kontainer berisi barang bekas dari Singapura oleh Polresta Barelang di kawasan Sagulung Batam, Sabtu 8 November 2025 lalu.

“Dua kontainer yang ditangkap Polresta Barelang mestinya dikembalikan kepada Bea Cukai. Sebab pokok kasus sesungguhnya adalah penyelundupan barang dilarang, yakni barang bekas. Jika dikategorikan limbah, semua barang bekas itu dilarang diimpor, kecuali untuk bahan dan mesin industri yang hasilnya juga harus diekspor Kembali,”ujar Tain kepada SwaraKepri, Selasa 18 November 2025.

Ia menegaskan, Kodat86 sangat mendukung upaya pemberantasan penyelundupan barang apapun, termasuk balpres dan barang seken yang jelas dilarang.

Meski demikian, untuk menuntaskan atau menyelesaikan kasus tersebut, perlu dilihat yuridiksi dari dugaan tindak pidananya. Dilihat akar pelanggaran hukumnya, yakni soal kepabeanan terkait penyelundupan barang sebagaimana diatur Pasal 102 UU No.17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

“Kontainer itu ada segel gembok Bea Cukai. Itu artinya barang sitaan yang oleh BC harusnya dikirim ke gudang di Tanjunguncang, namun diduga dibelokkan sopir menuju Sagulung. Jadi kontainer sesungguhnya barang bukti Bea Cukai atas dugaan tindak pidana penyelundupan, yang diistilahkan barang dikuasai negara,” tegasnya./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…

10 jam ago

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…

10 jam ago

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…

10 jam ago

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI

Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…

14 jam ago

Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani

Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…

14 jam ago

PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema Kuasa Tuhan Bekerja

Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…

17 jam ago

This website uses cookies.