Sisa biaya penyediaan tenaga listrik yang tidak dibebankan kepada pelanggan tersebut berdampak pada besarnya biaya tanggungan yang dibebankan kepada PT PLN Batam.
“PLN Persero ada subsidi, tetapi PLN Batam tidak ada subsidi,” terangnya.
Hal ini juga menjadi faktor PLN Batam berjuang mandiri untuk menutup potensi kerugian yang bisa timbul jika beban biaya penyediaan listrik menjadi tanggungan PLN Batam sedangkan setiap tahunnya akan ada pertumbuhan jumlah pelanggan Rumah Tangga.
“Keputusan kenaikan bukan di kami, kita yang mengajukan ke provinsi, nanti provinsi yang mengajukan ke Dewan untuk dievaluasi,” ujarnya.
PT PLN Batam mengaku sudah hearing beberapa kali ke DPRD Provinsi dan menyerahkan data keuangan untuk dihitung.
“Dari hitungan dan data serta diskusi hearing akhirnya menyimpulkan sendiri, saya tidak berani menyatakan Dewan mendukung atau tidak mendukung,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa PT PLN Batam tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan akan bertahan sampai titik darah penghabisan.
Penulis : Siska
Editor : Rudiarjo Pangaribuan
Page: 1 2
JAKARTA — Hubungan India dan Indonesia semakin menunjukkan relevansi strategisnya di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.…
BATAM - Tanah hasil pemotongan(Cut) bukit di Kawasan Jalan Hang Kesturi, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa,…
Bogor - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus mendorong penguatan budaya keberlanjutan…
Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan…
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan…
This website uses cookies.