Categories: BATAMBP BATAM

Surati Kepala BP Batam, Warga Kampung Belian Tua Minta Alokasi Lahan ke PT AWS Dikaji Ulang

BATAM – Warga Kampung Belian Tua, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota telah mengirimkan surat kepada Kepala Badan Pengusahaan(BP) Batam Amsakar Achmad untuk meninjau ulang pengalokasian lahan(PL) seluas 5.645 M2 kepada PT Artha Wijaya Sakti.

Hal itu diungkapkan Ketua RW 06 Kampung Belian Tua, Bolia kepada SwaraKepri, Senin 15 September 2025 malam. “Kami sudah mengirim surat melalui Direktur Lahan dan Biro Hukum BP Batam pada tanggal 8 dan 9 September 2025 kemarin,”ujarnya.

Selain menyurati Kepala BP Batam, warga juga mengirimkan surat kepada Ketua DPRD dan Komisi DPRD Batam untuk meminta Rapat Dengar Pendapat(RDP)

Bolia menjelaskan dalam surat tersebut, warga mengajukan tiga permohonan kepada Kepala BP Batam, diantaranya: pertama, memohon agar BP Batam dapat mengundang warga dalam Rapat atau Audiensi mengenai  permasalahan ini.

Kedua, memohon agar DPRD Kota Batam melakukan Rapat Dengar Pendapat untuk permasalahan ini. Ketiga, memohon agar dikaji ulang kembali atas alokasi lahan dari BP Batam ke PT. Artha Wijaya Sakti.

“Kita berharap lahan itu tidak terganggu oleh pihak developer, karena banyak yang disitu(lahan) menyangkut fasilitas warga,”tegasnya.

Berikut isi surat pengaduan masyarakat asli tempatan Kampung Belian Tua, Kelurahan Belian kepada Kepala BP Batam

Kami masyarakat Belian asli tempatan saat ini dalam keadaan khawatir dan lemah, kehidupan masyarakat di Belian tergangu. Kami khawatir, cemas, karena kami takut kehilangan Masjid dan Kampung yang tempat kami tinggal akan hilang akibat dari pembangunan perumahan dan lainya.

Kami adalah masyarakat asli sejati kampung Belian (Generasi ke-7), Atok dan Nenek kami adalah generasi pertama yang tinggal di Belian (Atok Geno(/Habibulah) dan nenek Siti Awal yaitu pada abad ke 18.

Kami sangat mendukung pembangunan, namun kami juga minta di perhatikan dan di bantu karena kami masyarakat Melayu asli tempatan Belian yang tidak pernah menghambat pembangunan, dalam hak dasar kehidupan kami memerlukan tempat tinggal yang menetap dan Mesjid untuk beribadah serta fasum.

Terkait alokasi lahan dari BP Batam ke Pengusaha saat ini membuat kami menjadi resah dan takut akan kehilangan tempat tinggal (kampung dan Mesjid.

Poin yang kami ingin sampaikan terkait Rekomendasi penetapan lahan/ alokasi Lahan dari BP Batam ke PT Arta wijaya sakti baru-baru ini (10 September 2024) tumpang tindih dengan PL Mesjid Al-Furqan Belian dan mengenai Kampung Belian (Terlampir: Surat penguasan Tanah Tahun 1942).

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Daop 1 Jakarta Gandeng Komunitas Sadululur Sepoor Gelar Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Manggarai

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menggelar kampanye dan sosialisasi anti pelecehan seksual…

7 menit ago

TIGGI BAND Rilis Single Reggae Terbaru, Hadir Membawa Nuansa Tropis Yang Santai

Single reggae terbaru hadir membawa nuansa tropis yang santai, hangat, dan penuh kebebasan. Dengan irama…

19 menit ago

PNBP Minerba Tembus Rp56 Triliun, Hilirisasi Smelter MIND ID Jadi Motor Penggerak

Program hilirisasi mineral memberikan dampak nyata terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba)…

49 menit ago

Customer Service Lebih Efisien dengan AI Agent dari Barantum

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis…

1 jam ago

BRI Kelapa Gading Hadirkan Weekend Banking Saat Hari Libur

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Bank Rakyat Indonesia BO Kelapa Gading…

2 jam ago

Jelang Libur Panjang, BRI Finance Optimalkan Pembiayaan Mobil Baru bagi Masyarakat

Bulan Mei 2026 kembali menghadirkan beberapa momen long weekend yang dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sejenak…

3 jam ago

This website uses cookies.