Categories: BATAMNASIONAL

Tegas! KLH Perintahkan PT Esun Internasional Utama Indonesia Re-ekspor Limbah Elektronik

BATAM – Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup(KLH), Irjen Pol Rizal Irawan memerintahkan PT Esun Internasional Utama Indonesia untuk melakukan Re-ekspor terhadap kontainer berisi limbah elektronik. Perintah re-ekspor limbah elektronik tersebut tertuang dalam surat Nomor: P.223/I/GKM.2.1/12/2025 tertanggal 12 Desember 2025.

Surat Perintah Re-ekspor dari Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH./Foto: IST

Dalam surat tersebut, Rizal Irawan menguraikan bahwa perintah Re-ekspor tersebut merujuk dari surat Menteri Lingkungan Hidup kepada Menteri Keuangan nomor: R.1369/A/GKM.2.1/10/2025 Tanggal 27 Oktober 2025 terkait permohonan tindakan re-ekspor dan/atau return on board terhadap kontainer berisi limbah elektronik.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari Basel Action Network (BAN) melalui PTRI Jenewa Nomor: R-0071/Jenewa/250918 bahwa ada dugaan importasi limbah elektronik yang masuk ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Batam yang melanggar ketentuan Konvensional Basel,”tegasnya.

Dikatakan bahwa hasil pertemuan Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan KPU Bea dan Cukai Batam pada tanggal 29 November 2025 di Pelabuhan Batu Ampar terinformasi sejumlah 780 kontainer berisi limbah elektronik dalam bentuk utuh dan potongan.

“Melalui Surat Plt. Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Nomor S.4572/G.4/PK/PLB.5.3/B/10/2025 perihal Penyampaian Hasil Pemeriksaan
Bersama Kegiatan Importasi PT Esun Internasional Utama Indonesia dan PT Logam Internasional Jaya tertanggal 1 Oktober 2025, hasil identifikasi barang/atau muatan tersebut merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun jenis limbah elektronik (B107d) dan limbah terkontaminasi B3 (B108d),”tegas Rizal.

Rizal juga menguraikan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan terhadap kontainer yang berada di Terminal Petikemas Batu Ampar Batam.

Pertama, tanggal 30 September 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama KPU Bea Cukai Batam terhadap 18 kontainer berisi limbah elektronik dalam bentuk utuh dan potongan.

Kedua, tanggal 2 Oktober 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama KPU Bea dan Cukai Batam terhadap 26 kontainer atas kegiatan importasi PT Esun Internasional Utama Indonesia, PT Logam Internasional Jaya dan PT Batam Batery Recycle Industries.

Importasi barang yang dilakukan berupa limbah elektronik (B107d) antara lain potongan kabel, charger, peralatan computer, printer, router, mesin fotocopy, televisi dalam kondisi rusak, utuh dan potongan. Melalui dokumen Bill of Lading (B/L) terkait dengan data barang masuk dapat disimpulkan bahwa barang yang ada dalam kontainer tersebut sama sebagai barang elektronik.

Ketiga, tanggal 30 November 2025 oleh Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup bersama KPU Bea dan Cukai Batam, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam(BP Batam) dan perwakilan Perusahaan PT Esun Internasional Utama Indonesia, PT Logam Internasional Jaya dan PT Batam Batery Recycle Industries terhadap 4 kontainer yang telah diperiksa sebelumnya, berisi limbah elektronik antara lain scrap elektronik, printer, speaker, rice cooker, potongan kabel, charger, connector magnetic, hard disk, modem, potongan printed circuit board, amplifier, solar panel, mesin fotocopy dalam keadaan rusak, tidak utuh dan potongan.

“Berdasarkan hal-hal diatas, maka saudara(Pimpinan PT Esun Internasional Utama) wajib melakukan pengirim
kembali (re-ekspor) kontainer yang berisi limbah elektronik tersebut dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak surat ini diterbitkan. Proses penegakan hukum lebih lanjut akan kami tempuh apabila Saudara tidak menaati rekomendasi re-ekspor tersebut,”pungkasnya.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavia ketika dikonfirmasi membenarkan adanya Surat Perintah Re-ekspor Limbah Elektronik dari Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup tersebut.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname…

1 jam ago

Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

Pasar aset kripto global terpantau tengah berada dalam posisi yang rawan menjelang akhir bulan Januari…

1 jam ago

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Parepare, Januari 2026 - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare memastikan seluruh layanan terminal…

3 jam ago

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Lokasoka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan menggandeng ratusan UMKM lokal untuk menghadirkan koleksi hampers…

5 jam ago

India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel…

5 jam ago

Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

Direksi PT Reska Multi Usaha (KAI Services) menggelar pertemuan bersama komunitas pengguna KRL di Loko…

5 jam ago

This website uses cookies.