BATAM – Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan(Wasdakim) Imigrasi Kelas I Khusus Batam Novriadi menyatakan akan menindak tegas mucikari maupun Pekerja Seks Komersial(PSK) Asing yang ada.
“Yang kita tindak bukan PSK-nya tapi penyalurnya,” ujarnya kepada AMOK Group di ruang kerjanya, Kamis (16/6/2016) sore.
Dia mengaku akan mengecek langsung ke tempat-tempat hiburan di Batam yang selama ini disinyalir menyediakan jasa PSK Asing.
“Kita akan selidiki siapa penyalurnya, para PSK tersebut kita akan deportasi,” tegasnya.
Ditambahkan, bukan hanya PSK Asing saja yang akan mereka awasi, tapi juga warga asing yang bekerja di Batam tapi tidak mengantongi izin.
“Di Batam banyak perusahaan asing, jadi tidak menutup kemungkinan mereka (WNA) datang ke sini bekerja menggunakan modus liburan. Itu juga harus kita awasi,”terangnya.
Menurutnya sanksi yang sama akan diberikan terhadap WNA yang tidak memiliki izin untuk bekerja di Batam.
“Itu sudah tupoksi kami untuk mengawasi keberadaan WNA tesebut, tapi tunggu waktunya dulu karena saya masih baru di Batam, supaya saya pelajari dulu,” pungkasnya.
Berita sebelumnya, Kepolisian Daerah(Polda) Kepri akan menindak tegas Mucikari Pekerja Seks Komersial(PSK) yang ada di wilayah kota Batam.
Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Kepri AKPB Hartono ketika dihubungi AMOK Group, Rabu(15/6/2016) siang.
“Keberadaan orang asing, Imigrasi yang di kedepankan,”jelasnya.
(red/ron)
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
This website uses cookies.