Categories: OLAHRAGA

Ternyata Penghasilan Ronaldo dari Instagram Jauh Lebih Besar Ketimbang Gajinya di Juventus

JAKARTA-Pendapatan Cristiano Ronaldo dari Instagram dalam satu tahun lebih besar dibandingkan gajinya di Juventus pada 2019.

Seperti dilansir dari Bleacher Report, Ronaldo meraup US$47,8 juta atau setara Rp667 miliar dari iklan di Instagram. Sementara gajinya dalam satu tahun hanya mencapai US$34,6 juta (Rp482 miliar).

Ronaldo sendiri memiliki jumlah follower hingga mencapai 194 juta. Jumlah tersebut menyalip Selena Gomez pada Oktober tahun lalu.

Penyanyi asal Amerika Serikat itu sebelumnya pernah tercatat sebagai manusia yang memiliki jumlah follower Instagram terbanyak di dunia yaitu 164 juta.

Bukan hanya follower terbanyak, Ronaldo memiliki tarif iklan di Instagram yang sangat tinggi dibandingkan atlet atau selebritas dunia lainnya.

Masih dilansir dari Bleacher Report, Ronaldo menetapkan tarif hingga US$750 ribu (Rp10 miliar).

Dengan tarif tersebut, sejumlah produk yang pernah memasang iklan di Instagram Ronaldo bisa mencapai 66 kali pada 2019 ini.

Pesepakbola dengan tarif termahal kedua adalah Neymar Jr. Penyerang bintang Paris Saint Germain (PSG) itu memasang tarif sebesar US$600 juta (Rp8 miliar) untuk sekali iklan di Instagramnya.

Di urutan ketiga ada bintang Barcelona, Lionel Messi. Pemain asal Argentina itu disebut menetapkan tarif hingga US$500 juta (Rp7 miliar).

Secara keseluruhan, pendapatan Messi di Instagram juga kalah dari Ronaldo. Perbandingannya pun nyaris dua kali lipat.

Messi baru saja meraih penghargaan Pemain Terbaik Ballon d’Or untuk kali keenam. Sementara Ronaldo tertinggal satu gelar dari La Pulga.

Sumber: CNN Indonesia

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bank Raya Dukung Generasi Muda Bangun Resiliensi Finansial di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan…

12 menit ago

BRI Finance Perluas Jangkauan Pembiayaan Kendaraan melalui Mini Expo di Kantor Pusat BRI Sudirman

Jakarta, 3 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) segara gencar menghadirkan program…

38 menit ago

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta. Kedua jenama ini menyelenggarakan Liveable Art Soirée eksklusif berkonsep tinggi di Lumine, Ashta District 8, yang dihadirkan khusus bagi masyarakat SCBD yang dinamis dan sadar akan gaya. Pameran terkurasi ini dirancang untuk masyarakat urban modern yang menghargai desain bersih tanpa kompromi. Acara ini menyoroti keindahan struktural yang tajam dari atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) khas PURAGRAPH. Dengan lipatan struktural, garis asimetris, dan tirai monokrom arsitektural, jajaran busana ini menawarkan pendekatan intelektual yang tajam untuk pakaian kerja sehari-hari. Dipadukan dengan busana resort premium PURANA yang mengusung semangat “Livable Art,” koleksi ini menyajikan lemari pakaian serbaguna bagi para profesional metropolitan. “Lumine di Ashta District 8 merepresentasikan garda terdepan dari desain dan gaya hidup urban global,” ujar Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Kolaborasi kami dengan Anton adalah paduan sempurna untuk lingkungan ini, membuktikan bahwa busana dekonstruktif berkonsep tinggi dan potongan resort yang mengalir dapat menjadi sangat fungsional dan nyaman untuk kehidupan kota sehari-hari. Menyatukan coretan kuas ‘Abundance’ yang ekspresif ke dalam motif dasar orisinal kami menghadirkan kemewahan resort yang bergerak anggun.” “Nuansa arsitektural modern di Lumine sangat cocok dengan garis-garis struktural berani yang saya tuangkan dalam koleksi ini,” tambah seniman kolaborator Anton Afganial. “Ini adalah karya seni yang dibangun untuk kisi-kisi perkotaan. Ketiadaan motif pada atasan Puragraph memungkinkan garis-garis dekonstruktif mentah dari struktur saya serta palet warna yang dinamis dari statement patch menonjol dengan kekuatan yang luar biasa.” “Ashta adalah rumah alami bagi identitas struktural Puragraph,” jelas Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Atasan dekonstruktif hitam dan putih polos kami dirancang khusus bagi para profesional SCBD yang menuntut gaya bersih, tanpa motif, namun sangat intelektual. Dengan menyulinkan karya seni Afganial menjadi selembar statement patch tunggal yang ditempatkan secara cermat, kami membiarkan kelas kreatif mengenakan energi mereka layaknya lencana kehormatan langka di atas siluet kontemporer yang terstruktur.” Para tamu yang menghadiri Liveable Art Soirée satu hari ini akan menikmati konsultasi penataan gaya terkurasi, akses prioritas untuk potongan edisi terbatas, serta pilihan kemasan yang disesuaikan secara eksklusif. Supported by: YATS Colony · EVERNAILS · Four Pillars · Cha Co. Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta.…

46 menit ago

BP Tapera Telah Menyelesaikan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Temuan BPK RI Terkait Ketidaktepatan Sasaran pada Pemeriksaan Tahun 2025

Jakarta, 6 Juli 2026 – Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) BPK di atas 90%…

1 jam ago

Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan…

6 jam ago

Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

Riset embodied AI dan pengembangan algoritma robotika membutuhkan platform fisik yang bisa menguji kontrol gerak,…

6 jam ago

This website uses cookies.