Categories: DAERAHLingga

Tindak Lanjut Kasus Konflik Lahan di Desa Tinjul: Empat Tersangka Ditetapkan dan Ditahan

LINGGA – Polres Lingga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus konflik lahan yang terjadi di Desa Tinjul, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Keempat tersangka kini telah resmi ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap para tersangka berlangsung dengan lancar dan tanpa perlawanan.

“Saat ini, kami sudah menahan empat orang yang kami duga terlibat dalam tindak pidana ini. Inisial MR dan tiga rekan lainnya, telah kami tetapkan sebagai tersangka dan kini sudah berada dalam tahanan,” kata Pahala dalam konferensi pers, Rabu (7/5/2025).

Pahala menjelaskan, para tersangka diduga telah melakukan beberapa pelanggaran hukum, termasuk membawa senjata tajam, mengancam warga, dan merusak tanaman sawit yang merupakan milik pelapor.

“M bersama tiga orang lainnya datang ke lokasi, ada yang membawa parang, ada yang melakukan ancaman, dan ada juga yang merusak pohon sawit yang ada di sana,” jelasnya.

Kasus ini berawal dari laporan yang diajukan oleh dua warga Desa Tinjul, yaitu Amren dan Abu Bakar. Mereka melaporkan dugaan pengancaman serta perusakan lahan yang telah di kelola selama bertahun-tahun. Laporan mereka diterima Polres Lingga pada Senin, 21 April 2025 lalu.

Amren, yang telah menguasai lahan tersebut sejak tahun 2002, mengatakan bahwa dirinya dan Abu Bakar sudah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan cara damai, baik di tingkat desa maupun melalui Polsek Singkep Barat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai,” ujar Amren saat diwawancarai oleh awak media.

Sebagai bukti sah atas kepemilikannya, Amren menunjukkan sejumlah dokumen yang lengkap, seperti surat kuasa, akta jual beli, sertifikat hak pakai, dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

Sementara Kuasa hukum Amren dan Abu Bakar, Agustinus SH, MH, juga memberikan keterangan terkait langkah hukum yang telah diambil. Ia berharap agar proses penyidikan kasus ini dapat berlangsung secara profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami berharap Polres Lingga dapat menangani kasus ini dengan penuh kehati-hatian dan adil, agar keadilan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Agustinus./r

 

Jurnalis - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Penerbitan SPPB 90 Kontainer Limbah Elektronik asal AS

BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…

8 menit ago

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

4 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

6 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

8 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

9 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

10 jam ago

This website uses cookies.