Categories: BISNIS

UMK Naik Lagi, Apindo Batam Cemas Perusahaan Hengkang

BATAM-Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki Rasyid khawatir akan kenaikan upah yang akan ditetapkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Menurutnya keputusan tersebut akan membuat perusahaan yang ada di Batam akan hengkang ke negara tetangga.

“Kami khawatir apabila UMK nantinya telah ditetapkan tanpa adanya kompensasi tambahan dari pemerintah terhadap dunia usaha, perusahaan-perusahaan yang ada di Batam ini justru hengkang dan beralih ke negara tetangga,” ujarnya kepada Swarakepri, Sabtu (19/10/2019).

Dirinya berharap pemerintah dapat memberikan kompensasi tambahan terhadap dunia usaha yang sedang tertekan saat ini baik pajak maupun non-pajak sehingga dapat meringankan beban pengusaha, dan meminimalisir terjadinya rasionalisasi terhadap karyawan berupa PHK akibat dari tidak mampunya pengusaha untuk membayar UMK yang ditetapkan.

“Kompensasinya nanti bisa berupa pengurangan pajak ataupun kompensasi lain yang non-pajak. Seperti percepatan pengurusan perizinan, penurunan ongkos angkut kontainer pelabuhan, dan lain sebaginya,” tambah Rafki.

Selain itu, dirinya juga berharap pemerintah tidak menambah beban pengusaha dengan berbagai pungutan ataupun kebijakan tarif dan perpajakan yang memberatkan. “Reformasi birokrasi harus dilakukan secara efektif supaya tidak menimbulan biaya ekonomi yang tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti pada Jumat (18/10) kemarin mengatakan dalam waktu dekat Dewan Pengupahan akan segera membahas Upah Minimum Kota (UMK) untuk tahun 2020 tersebut.

“Terkait surat yang telah di edarkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan RI pada 15 Oktober kemarin, maka dalam waktu dekat ini Dewan Pengupahan yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja atau serikat buruh akan mengadakan rapat guna membahas penetapan UMK tahun 2020,” paparnya.

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Ivan
Editor: Rumbo

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Imigrasi Dalami Keterlibatan WNI di Kasus Scammer Trading di Apartemen Batam

BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga…

25 menit ago

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Liberta Hotel International turut ambil bagian dalam Belajaraya 2026, sebuah festival kolaboratif yang mempertemukan komunitas,…

2 jam ago

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

19 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

23 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

1 hari ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

1 hari ago

This website uses cookies.