Categories: HUKUM

Wanita Penculik Bayi di Marchelia Dituntut 8 Tahun Penjara

BATAM – Yulya alias Yuli, terdakwa kasus penculikan bayi laki-laki di Perumahan Marchelia, Batam Kota dituntut penjara selama 8 tahun di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (23/11/2017).

“Meminta supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan pidana selama 8 tahun dan denda 100 juta rupiah serta subsidair enam bulan kurungan,” kata JPU pengganti Arie Prasetyo saat membacakan tuntutan.

Arie menyatakan bahwa terdakwa yang ditangkap polisi di wilayah Bogor ini telah terbukti melanggar pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indoensia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 330 Ayat (1) KUHP.

“Masa hukuman terdakwa dikurangkan selama mengikuti proses persidangan,” tambahnya.

Terdakwa sempat menitikan air matanya sesaat mendengar masa hukuman yang diganjarkan JPU kepadanya dan selanjutnya Majelis Hakim meminta terdakwa berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

“Kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis yang Mulia,” kata Eliswita selaku penasehat hukum terdakwa.

Ketua Majelis Hakim, Egy didampingi anggota Majelis Renni Pitua dan Martha Napitupulu kemudian menunda agenda persidangan selama satu minggu ke depan.

Berita sebelumnya, seorang wanita berinisial YL (41) yang diduga membawa kabur bayi laki-laki dari perumahan Marchelia, Batam Kota, beberapa waktu lalu tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (21/8) sore.

Wanita tersebut tiba lengkap dengan pengawalan ketat Satreskrim Polresta Barelang bersama anggota unit reskrim Polsek Batam Kota.

Wakapolresta Barelang AKBP Muji di terminal kedatangan Bandara Hang Nadim mengatakan, wanita tersebut ditangkap Jatanras Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Batam Kota di wilayah Bogor pada tanggal 20 Agustus 2017.

“Orang tua bayi membuat laporan ke Polsek Batam Kota pada tanggal 16 Agustus, bahwa anaknya dibawa kabur dari perumahan Marchelia lalu tim melakukan pengejaran dan pelaku berhasil ditangkap di wilayah Bogor,” kata Muji.

Ia mengatakan wanita asal pulau Jawa ini kabur pada tanggal (16/8) lalu, menggunakan KM Kelud dan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 17 Agustus.

“Bayi kemudian dibawa ke wilayah Bogor, beruntung tim kita langsung bergerak kesana dan berhasil ditangkap,” kata Mudji.

Saat ini kata dia, pihaknya masih akan melakukan pengembangan lebih dalam terkait motif penculikan bayi berumur satu bulan ini.

“Masih kita kembangkan, dan bayinya segera kita bawa ke dokter untuk memeriksa kesehatannya,” tambahnya.

 

 

Penulsi : Roni Rumahorbo

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Tragedi KM Putri Sakinah: Gerak Cepat Polda NTT, Penanganan Tuntas dan Transparan

Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…

3 jam ago

KA Pandanwangi Tembus 1,15 Juta Penumpang di 2025, Andalan Mobilitas Wisata Tapal Kuda

Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…

7 jam ago

Ini Tanggapan Bittime Terkait Dampak Inflasi Amerika Serikat dan Kebijakan Tarif Trump Pekan Ini

Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…

8 jam ago

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

15 jam ago

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

17 jam ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

1 hari ago

This website uses cookies.