Kebijakan Gubernur Joko Widodo berupa pembatasan kendaraan di jalan raya berdasarkan nomor polisi (nopol) genap-ganjil disambut warganya dengan kerelaan.
Namun demikian, warga juga yakin para orang kaya akan berkelit dari aturan itu dengan menambah koleksi mobil dengan nopol yang belum mereka punyai. “Bakal banyak yang beli mobil baru dan bekas. Juga akan ramai jual beli nopol,” kata Wibi Anhari (26 tahun) seorang warga Klender, Jakarta Timur.
Menurut Wibi, dirinya rela untuk mengikuti instruksi dari Gubernur yang akrab disapa Jokowi itu. Dia menunjukkan kerelaannya dengan naik kendaraan umum di saat pelat kendaraannya haram untuk hinggap di jalanan Ibu Kota.
Seorang warga Jatiwaringin, Jakarta Timur, Adi Sembiring (26 tahun) melontarkan hal yang tidak jauh berbeda. Dia yang sehari-hari mengendarai motor untuk bekerja rela berkorban demi bangsa dan negara untuk mengatasi kemacetan. “Yah selang seling naik motor trus naik kendaraan umum tak jadi masalah yang penting gak macet lagi,” ujar dia.
Dengan adanya peraturan itu, Adi mengaku optimis kemacetan dapat teratasi. Menurut dia, tidak ada masalah apabila harus keluar dana lebih besar dari biasanya untuk ongkos kendaraan umum.
Adi mengungkapkan, tidak terpikir untuk membeli kendaraan lagi yang berlawanan pelat nomornya dengan yang sudah dia miliki. Namun, dia berpikiran, para warga yang kelebihan duit akan melakukan hal tersebut.
BATAM – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau menerima kunjungan akademik mahasiswa Fakultas Ekonomi…
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan orang tua tidak hanya sebatas perhatian dan kebersamaan, tetapi juga dukungan…
BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…
BATAM - Sidang gugatan PT Energi Cipta Dana(ECD) terhadap PT Tunas Karya Persada(TKP) terkait lahan…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna LRT Jabodebek melalui peningkatan…
Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola…
This website uses cookies.