Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara di Jenewa, Swiss (foto: dok).
JENEWA, Swiss — Jumlah kasus baru COVID-19 sudah berkurang drastis, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Rabu (14/9), sambil mendesak dunia mengambil kesempatan ini untuk mengakhiri pandemi.
Kasus-kasus baru penyakit yang telah membunuh jutaan orang sejak pertama kali terdeteksi pada akhir 2019 itu pekan lalu jatuh ke tingkat terendahnya sejak Maret 2020, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“Kita belum pernah berada pada posisi yang lebih baik untuk mengakhiri pandemi,” ujarnya kepada wartawan. “Kita belum sampai, tapi akhir (pandemi) sudah di depan mata,” ujarnya.
Namun, dunia perlu meningkatkan upaya mereka untuk “merebut kesempatan ini,” tambahnya.
“Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, kita berisiko melihat lebih banyak varian, kematian, gangguan dan ketidakpastian.”
Menurut laporan epidemiologi terbaru WHO terkait COVID-19, jumlah kasus yang dilaporkan jatuh 28% menjadi 3,1 juta pada pekan yang berakhir pada 11 September lalu, menyusul penurunan 12% seminggu sebelumnya.
WHO: Data Kasus di Bawah Jumlah Sebenarnya
Namun badan PBB itu telah memperingatkan bahwa anjloknya jumlah kasus itu bersifat menipu, karena banyak negara telah mengurangi tes COVID-19 dan mungkin tidak mendeteksi kasus-kasus yang tidak parah.
Page: 1 2
PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…
BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…
Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…
Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…
BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…
This website uses cookies.