Para pekerja atau buruh di seluruh dunia memperingati May Day atau Hari Buruh pada 1 Mei. Hari Buruh lahir dari rentetan perjuangan kelas pekerja untuk memperjuangkan hak para buruh.
Tuntutan para buruh bukan hanya sekadar masalah finansial, tapi juga mencakup kenyamanan dan kesehatan mental saat bekerja. Kendati demikian, hingga saat ini masih banyak pekerjaan dapat membuat stres dan depresi.
Pekerjaan apapun itu dapat berujung pada stres. Mulai dari tuntutan pekerjaan yang berat hingga tekanan dari atasan dapat menjadi sumber stres di pekerjaan.
Berikut lima pekerjaan paling stres berdasarkan survei dari Career Cast setelah menganalisis para pekerja di lebih dari 200 pekerjaan.
1. Militer
Tentara merupakan pekerjaan paling stres di dunia pada 2018. Tekanan yang tinggi di medan perang hingga tanggung jawab yang besar membuat para militer mudah sekali mengalami stres.
Tak cuma penempatan yang jauh dan risiko menghadapi perang, tentara juga bekerja jauh dari keluarga. Risiko pekerjaan yang sangat tinggi juga jadi faktor stres. Data dari Statista menunjukkan skor stres militer mencapai 72,47, tertinggi di dunia.
2. Pemadam kebakaran
Bekerja mengalahkan api membuat para pemadam kebakaran juga rawan stres. Mereka mesti bertarung cepat memadamkan api sebelum si jago merah itu memakan korban lebih banyak lagi.
Risiko pekerjaan yang tinggi juga membuat pemadam kebakaran rentan stres. Skor stres pemadam kebakaran mencapai 73,43, sedikit di bawah militer.
3. Pilot
Bepergian ke mana-mana tak lantas membuat pilot bebas dari stres. Ratusan nyawa penumpang ada di tangan pilot. Kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal saat menerbangkan pesawat.
Inilah alasan bekerja sebagai pilot jadi pekerjaan yang paling stres. Skor stres pilot mencapai 61,07.
4. Polisi
Memburu kriminal hingga mengurusi lalu lintas membuat polisi mesti berjaga saat menjalankan tugas. Siaga dan siap sedia harus jadi pegangan para polisi.
Tuntutan pekerjaan ini membuat polisi jadi salah satu pekerjaan yang paling stres di dunia. Skor stres polisi mencapai 51,97.
5. Wartawan
Bekerja sebagai jurnalis terutama penyiar televisi juga rawan stres. Penyiar dituntut tampil sempurna dalam mengabarkan informasi. Tingkat stres pekerjaan ini mencapai 51,63.
Serupa dengan jurnalis media cetak dan online yang tingkat stresnya mencapai 49,9.
Artikel ini telah terbit di https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190430210209-284-390982/5-pekerjaan-paling-stres-di-dunia
Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…
Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…
MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
This website uses cookies.