BATAM-Sebanyak 800 ton beras milik Bulog Sub Divre Batam rusak atau turun mutu. Beras-beras ini merupakan pengadaan tahun 2016 untuk program beras miskin (raskin). Namun karena Batam menjadi proyek rintisan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maka beras-beras ini tak tersalurkan.
“2017 awal sudah tidak ada raskin lagi. Sementara kita sudah siapkan barang untuk raskin sehingga barang itu tidak tersalurkan. Untuk BPNT ini diserahkan langsung ke agen masing-masing,” terang Kepala Bulog Batam, Arie Apriansyah di Batam Centre, Selasa (7/5/2019) kemarin.
Pihaknya saat ini sedang menunggu keputusan dari pusat apakah beras ini akan dilelang atau dimusnahkan. Keputusan ini didasarkan pada hasil rekomendasi Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian.
BKP Kementan, kata Arie, sudah mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium. Menurut informasi yang ia terima, hasil uji laboratorium sudah keluar namun sedang dalam tahap penyimpulan.
“Hasil uji lab sudah keluar tapi lagi disimpulkan. Kalau memang layak konsumsi, kita lelang. Kalau rusak atau tidak layak konsumsi, harus dimusnahkan,” ujarnya.
Arie mengatakan pengajuan proses beras rusak ini sudah dilakukan sejak Maret lalu. Pihaknya berharap keputusan untuk tindak lanjut dari pusat bisa segera turun.
Artikel ini telah terbit di https://mediacenter.batam.go.id/2019/05/08/bulog-tunggu-putusan-tindak-lanjut-800-ton-beras-rusak/
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
This website uses cookies.