BATAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kota Batam yang juga mantan atlet Taekwondo, Jimmy Siburian angkat bicara terkait polemik penundaan Batam International Taekwondo Championship (BITC) di Batam yang dilakukan secara sepihak oleh pihak panitia.
BITC yang seharusnya digelar pada 14-16 Mei 2026, namun ditunda menjadi 4-7 September 2026 mendatang.
“Ini bukan kejadian yang pertama, hal yang sama pernah terhadi 2 tahun lalu. Ada tidak jaminan itu akan terlaksana di bulan September? Permasalahan ini sudah melebar kemana-mana dan para pendaftar sudah kecewa,”ujarnya kepada SwaraKepri, Sabtu 23 Mei 2026 siang.
Jimmy mengatakan seharusnya panitia segera menyelesaikan permasalahan ini kepada para pendaftar yang mengaku mengalami kerugian atas penundaan sepihak dari panitia tersebut.
“Kalau panitia ada itikad baik, mereka seharusnya sudah menyelesaikan permasalahan tersebut, kenapa harus diundur-diundur. Kalau kemarin diselesaikan tidak akan ribut seperti ini. Saya sebagai orang(penggiat) Taekwondo ikut malu karena permasalahan ini,”bebernya.
Ia mendesak panitia agar segera menyelesaikan permasalahan ini untuk menjaga nama baik Taekwondo di Kepulauan Riau khususnya Batam tempat digelarnya pelaksanaan BITC tersebut.
“Kami minta ini segera diselesaikan, demi menjaga nama baik Kota Batam,”tegasnya.

Dojang Tiger Sumatera Binjai Mengaku Rugi Puluhan Juta
Sebanyak 19 atlet didampingi orang tua dan pelatih Dojang Tiger Sumatera Binjai menyampaikan rasa kecewa mereka atas penundaan BITC Batam yang dilakukan secara sepihak oleh panitia.
Kepala Pelatih Dojang Tiger Sumatera Binjai, Zainuddin mengaku kecewa atas penundaan BITC secara sepihak dan tanpa melakukan rapat dengan seluruh Dojang yang mengikuti kejuaraan.
“Kami semua kecewa perihal pembatalan kejuaraan BITC yang sepihak tanpa diadakannya rapat dengan seluruh Dojang yang mengikuti Kejuaraan, terutama kami Dojang yang dari luar pulau Batam,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknaya sudah membeli 42 tiket Kapal Laut untuk keberangkatan, 34 tiket Kapal Laut untuk pulang, 4 tiket Pesawat, dan booking Hotel untuk penginapan.
“Kerugian yang kami alami berkisar puluhan juta akibat keputusan pihak panitia secara sepihak. Sampai saat ini juga biaya pendaftaran 19 atlet yang sudah kami setorkan di tanggal 4 Mei 2026 ke pihak panitia juga tidak dikembalikan,”ungkapnya.
