BATAM – Forum Wartawan Batam(FWB) memilih menempuh jalur komunikasi dan dialog dengan Badan Pengusahaan(BP) Batam untuk menyikapi polemik pernyataan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang sebelumnya disampaikan dalam Forum Silaturahmi dan Diskusi bersama insan pers.
Dialog tersebut berlangsung bersama Sthefani Barlian, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam bersama jajaran, di Kafe Boemi pada Kamis 3 September 2026 pagi.
Turut hadir I Gede Putu Dedy Ujiana, Kepala Subdirektorat Pengamanan Aset dan Objek Vital pada Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam.
Dalam pertemuan itu, Sthefani menyampaikan pesan dari wakil kepala BP Batam Li Claudia Chandra terkait polemik yang berkembang. Li Claudia menjelaskan bahwa pertemuan sebelumnya merupakan forum silaturahmi dan diskusi untuk membangun komunikasi antara BP Batam dengan insan pers. Forum tersebut, menurutnya, berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis.
Li Claudia menyampaikan penghargaan atas perhatian, kritik dan masukan yang diberikan insan pers. Ia juga menegaskan menghormati profesi jurnalistik serta memahami pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjaga ruang publik yang sehat.
Mengenai pernyataan yang kemudian menjadi polemik, Li Claudia menjelaskan bahwa dalam percakapan terbuka dapat muncul pertanyaan atau penyampaian yang dipersepsikan berbeda, terlebih apabila bagian dari percakapan beredar secara terpisah dari konteks pembicaraan secara keseluruhan.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Sthefani, Li Claudia juga menegaskan bahwa BP Batam terbuka terhadap kritik, koreksi dan masukan dari insan pers. Ia menyatakan komitmennya untuk membangun pola komunikasi yang lebih baik dengan seluruh media secara profesional, proporsional dan setara.
Dalam dialog tersebut, Forum Wartawan Batam menyampaikan sejumlah masukan, terutama mengenai proses konfirmasi pemberitaan. Forum meminta agar setiap permintaan konfirmasi dari wartawan dapat direspons secara cepat dan terbuka. Pihak BP Batam menyatakan akan berupaya memperbaiki pola komunikasi tersebut.
Pembahasan juga menyentuh pola kerja sama BP Batam dengan media lokal dan media-media kecil di Batam. Forum menyampaikan perlunya evaluasi terhadap persyaratan kerja sama yang dinilai berlebihan atau tidak diperlukan. BP Batam membuka ruang untuk melakukan evaluasi tersebut.
Selain persoalan komunikasi, Li Claudia berharap media dapat menjadi mitra strategis BP Batam. Peran media, menurutnya, tidak hanya dalam mempublikasikan program pemerintah, tetapi juga menyampaikan fakta maupun persoalan yang ditemukan di lapangan sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Rudiarjo Pangaribuan, mewakili Forum Wartawan Batam, mengatakan pihaknya menghargai ruang dialog yang diberikan BP Batam. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperjelas persoalan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka.
“Kami menerima penjelasan yang disampaikan. Bagi kami, kritik tetap penting karena media memiliki fungsi kontrol sosial. Yang kami harapkan adalah komunikasi yang terbuka, terutama ketika wartawan membutuhkan konfirmasi,” ujar Rudi.
Terkait rencana aksi penyampaian aspirasi pada 3 September 2026, Forum Wartawan Batam memutuskan menghentikan dan mengalihkannya ke jalur komunikasi, dialog dan diskusi.
Rudi menegaskan, keputusan tersebut bukan karena intimidasi, tekanan maupun kesepakatan transaksional, melainkan hasil pembahasan internal forum setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
“Salah satunya adalah kekhawatiran adanya pihak lain atau penumpang gelap yang dapat membawa aksi keluar dari substansi persoalan yang ingin kami perjuangkan,” katanya.
Menurut Rudi, pengalihan aksi ke jalur dialog bukan berarti Forum Wartawan Batam menghentikan sikap kritis. Fungsi kontrol sosial tetap akan dijalankan dengan mengedepankan profesionalitas dan tanggung jawab jurnalistik.
“Bagi kami, membatalkan aksi bukan berarti membatalkan sikap kritis. Kritik tetap akan kami sampaikan apabila memang ada persoalan, tetapi kami ingin menyampaikannya secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Forum Wartawan Batam berharap komunikasi yang telah dibangun tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi menjadi awal hubungan yang lebih profesional, proporsional dan setara antara BP Batam dengan insan pers.
Li Claudia juga berharap persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengganggu hubungan kemitraan dengan pihak mana pun. Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga suasana Batam tetap aman, nyaman dan kondusif./FWB
