Categories: BATAM

ABI Sebut Batam Darurat Lingkungan, Komisi IV DPR RI Diminta Agendakan RDP

Apalagi, kata dia, masalah utama yang ada di Pulau Batam ini adalah ketersediaan air bersih yang mana semua orang tahu betul Batam tidak memiliki sumber mata air.

Meskipun sudah tahu bahwa Batam tidak memiliki sumber mata air, masih banyak pihak yang tidak bertanggungjawab melakukan pengerusakan terhadap alam hingga melakukan okupasi lahan di daerah-daerah resapan air atau daerah tangkapan air (DTA) di tengah Batam krisis air sejak tahun 2014.

“Bahkan pada tahun 2020 di bulan Juni untuk mengatasi kekeringan air di waduk BP Batam membuat hujan buatan berkerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan anggarannya itu tidak sedikit untuk membuat hujan tersebut,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, dengan cara menjaga daerah resapan air (catchment area) atau DTA dari okupasi lahan oleh masyarakat maupun perusahaan Batam tidak akan terjadi krisis air.

“Selanjutnya di daerah-daerah waduk juga ditanami dengan pohon-pohon yang dapat mengikat air seperti beringin, pohon salam, mahoni, pulay kalau pohon buah jambu air, sukun dan jenis bambu,” jelasnya.

Soni menjelaskan rincian 15 kasus kerusakan lingkungan yang tengah di advokasi Akar Bhumi Indonesia, diantaranya:

1. Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Batam, di Tanjung Piayu, Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau diduga menyalahi aturan karena dibangun di atas kawasan Hutan Lindung Sei Beduk atau masuk dalam kawasan hutan bakau di Hutan Lindung Sei Beduk yang tidak berjauhan dengan tumbuhan ibu Presiden Indonesia, Iriana Jokowi.

2.Penimbunan hutan mangrove di Buana Garden, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau. Persoalan ini pun berulang terjadi meski sempat dihentikan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam bersama Perkumpulan Akar Bhumi Indonesia (ABI). Penghentian juga disaksikan oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau pada Febuari 2021.

Page: 1 2 3 4 5

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

1 hari ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

1 hari ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

1 hari ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

1 hari ago

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…

1 hari ago

Dua Saksi Ahli Beda Pendapat Soal Legal Standing BP Batam di Sidang Bowie Yoenathan

BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…

2 hari ago

This website uses cookies.