Categories: POLITIK

Astaga, APBD Kepri Digunakan untuk Pelesiran ke Singapura

Media Visit Peserta HPN 2015 Diduga hanya Modus untuk Jalan-jalan Gratis 

BATAM – swarakepri.com : Penggunaan APBD Kepri bernilai puluhan miliar rupiah untuk membiayai rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional(HPN) 2015 kembali menuai sorotan. Salah satu kegiatan HPN 2015 yakni “Media Visit Peserta HPN” ke Singapura dianggap tidak tepat sasaran dan diduga kuat merupakan modus untuk pelesiran gratis para peserta ke Singapura.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan, “Media Visit Peserta HPN” yang awalnya direncanakan hanya diikuti 50 orang peserta, tiba-tiba melonjak menjadi 300-an orang pada hari Minggu kemarin(8/2/2015) saat berangkat dari pelabuhan Internasional Batam Center menuju singapura. Anehnya mayoritas peserta yang berangkat justru mayoritas adalah para keluarga dari peserta HPN itu sendiri.

Salah seorang peserta yang dikonfirmasi di Pelabuhan Batam Center mengaku adalah anak dari ketua PWI Gorontalo. Ia bersama kedua orang tuanya sengaja datang ke Batam karena diundang oleh pihak panitia HPN 2015 untuk mengikuti “Media Visit Peserta HPN” ke Singapura.

Sementara itu Panitia Media Visit Peserta HPN” ke Singapura mengaku kunjungan ke Singapura ini adalah rangkaian kegiatan HPN 2015 yang nantinya akan mengunjungi kantor konsulat RI di Singapura dan mengunjungi lokasi-lokasi wisata serta melakukan kegiatan outbound.

“Para peserta akan kita bawa mengunjungi konsulat RI yang ada di Singapore serta objek objek wisata dan kegiatan outbound,” ujarnya enteng.

Diberitakan sebelumnya anggaran Hari Pers Nasional(HPN) di Kepulauan Riau tahun 2015 yang disedot dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) Provinsi Kepri tidak transparan.

Salah satu narasumber terpercaya dari internal DPRD Kepri mengungkapkan bahwa besaran APBD Kepri yang digelontorkan untuk HPN 2015 lebih dari Rp 15 miliar yang dialokasikan di beberapa SKPD yang ada untuk mengantisipasi adanya temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) nantinya.

“Anggaran itu sengaja di split di beberapa SKPD seperti di Biro Humas dan Protokol, Dinas Pariwisata, Biro Perlengkapan untuk mengantisipasi temuan,” ujar narasumber tersebut siang ini, Sabtu(31/1/2015).

Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Kepri, Heri Moekrizal ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pasti total anggaran APBD Kepri yang digunakan untuk HPN 2015. Namun demikian ia mengaku anggaran yang dialokasikan untuk biro Humas dan Protokol sebesar Rp 10 miliar yang dipergunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi udara.

“Yang Rp 10 miliar digunakan untuk akomodasi dan transportasi udara. Kalau total anggarannya setahu saya ada Rp 15 miliar,”ujarnya, Sabtu(31/1/2015). (red/AMOK)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Logistik Kelola 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui…

1 jam ago

Sajiva Residence Apresiasi Dukungan PLN Gunung Putri dalam Mendukung Kesiapan Hunian Subsidi Siap Huni di Citeureup

Sajiva Residence menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Gunung Putri (Cileungsi) dan PLN ULP Citeureup atas dukungan…

1 jam ago

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan…

1 jam ago

BRI Region 6 Sambut Pekerja Baru Melalui Program Onboarding

Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…

3 jam ago

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…

14 jam ago

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…

14 jam ago

This website uses cookies.