Categories: KEPRI

Atasi Dampak Negatif Medsos, Lemhanas Ingatkan Perlunya Konten Wawasan Kebangsaan

BATAM – Lemhanas RI menggelar kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) di Ballroom Hotel Pasific Palace, Batam, Kepulauan Riau, Rabu(8/4/2021).

FGD ini dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman M.Si, Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional RI Reni Mayerni, para Narasumber dan peserta dari Lemhannas RI serta Pejabat Utama Polda Kepri.

Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional RI, Reni Mayerni mengatakan, kegiatan tersebut mengangkat judul diskusi optimalisasi peran media sosial guna mengembangkan wawasan kebangsaan.

“Dari hasil penelitian bisa kita lihat telah terjadi peningkatan penggunaan Media Sosial dan dari hasil penelitian bisa dilihat telah terjadi peningkatan penggunaan Media Sosial dan bahkan belakangan ini kita ambil contoh ledakan Bom, mereka belajarnya dari media sosial,”ujarnya dalam siaran pers yang diterima SwaraKepri, Kamis(8/4/2021).

“Dari hal ini dapat kita simpulkan banyak hal-hal Positif di Media Sosial dan tidak sedikit juga hal negatif yang muncul akibat media sosial. Oleh karena itu Lemhannas RI memandang perlunya Konten-konten yang mengandung wawasan kebangsaan,” lanjutnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kepri namun akan dilaksanakan juga diwilayah lainnya dan ada lima tahapan dari kajian ini.

“Setelah semua tahapan tersebut selesai nantinya kami akan mengundang para penentu kebijakan dan para menteri untuk bersama-sama dihadapkan dengan judul diskusi kita ini. Dan dari kegiatan ini juga tentunya dapat menjadi pengambilan kebijakan oleh pemerintah, sehingga nantinya kami berharap hasil dari kajian ini dibutuhkan oleh Kepala negara untuk pengambilan kebijakan kedepan,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, selama dua hari ini tim dari Lemhannas RI berada di wilayah Kepri, tujuan nya adalah untuk mendapatkan masukan serta melakukan belanja masalah terkait dengan peran media sosial dalam mengembangkan ataupun menyampaikan edukasi wawasan kebangsaan.

“Kita menyadari bahwa generasi muda kita merupakan sasaran yang paling besar dalam penggunaan media sosial, bersamaan dengan itu juga kita sadari bahwa pemahaman ataupun internalisasi daripada wawasan kebangsaan empat konsensus dasar itu sangat kurang di generasi millenial kita,” jelasnya.

“Didalam FGD tadi juga telah saya sampaikan berapa jumlah pengguna media sosial diwilayah Kepri dan jumlah penyimpangan serta penyalahgunaan di media sosial yang didapat dari hasil Patroli Cyber yang kami lakukan telah kami paparkan semuanya,”ujarnya.

Dikatakan bahwa penyimpangan dan penyalahgunaan yang dimaksud seperti penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Fake News itu masih terjadi diwilayah Kepri.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut kami juga melakukan langkah-langkah seperti kontra narasi dengan kekuatan media resmi dari kami dengan tujuan untuk mencegah dan meminimalisir dampak buruk daripada penggunaan Media Sosial,”imbuhnya.

Kata dia, penggunaan media sosial oleh masyarakat Provinsi Kepri ini cukup bagus, namun kedepannya perlu dilakukan peningkatan dan upaya-upaya optimalisasi peran media sosial dalam menyampaikan dan melakukan internalisasi wawasan kebangsaan kepada generasi muda kita.

“Kami menghimbau kepada user media sosial tentunya kita berharap jadikan media sosial ini untuk hal-hal yang positif, membangun karakter diri, membangun karakter bangsa dan tentunya untuk hal yang lebih bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas pada umumnya,” pungkasnya./RD_JOE(r)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Liberta Hotel International turut ambil bagian dalam Belajaraya 2026, sebuah festival kolaboratif yang mempertemukan komunitas,…

28 menit ago

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

17 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

21 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

23 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

23 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

23 jam ago

This website uses cookies.