Sementara itu, pendiri Synergy Policies Dinna Prapto Raharja, berharap Jokowi nanti bisa memecah kebuntuan yang sampai saat ini masih terjadi. Selain itu, menurutnya penting juga bagi Jokowi untuk bertemu dengan Volodymyr Zelenskyy, dan juga dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk membuka ruang diskusi atau dialog yang diharapkan bisa memecah ketegangan yang terjadi.
Lebih jauh Dinna menjelaskan Presiden Jokowi juga harus bisa menjelaskan kepada Putin bahwa yang paling dirugikan dari peperangan ini adalah negara-negara berkembang. Menurutnya, pembahasan tersebut harus disampaikan oleh Jokowi dengan bahasa yang bisa diterima oleh semua pihak.
“Jadi mungkin kalau kita yang bicara, dari pihak Indonesia menjelaskan bahwa konsekuensinya itu jauh lebih banyak negatif untuk negara-negara berkembang, maka mereka bisa lebih menimbang dengan lebih cermat langkah mereka,” katanya.
Dengan demikian maka pembicaraan dengan kepala negara tersebut lebih berfokus pada mencari solusi, yaitu bagaimana mengurangi dampak negatif dan menghentikan kekerasan serta korban jiwa yang terus bertambah, termasuk pengungsi./VOA
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
This website uses cookies.