BATAM – Batam mendadak lumpuh pada Senin 12 Oktober 2026, listrik padam selama 18 jam. Bukan hanya lampu yang mati, air bersih ikut tersendat, internet pun tumbang. Dalam sekejap, kota industri yang biasa berdenyut tanpa henti itu seperti kehilangan denyut nadinya.
Masyarakat panik. Media sosial ramai. Grup percakapan ponsel tak henti berbunyi. Namun di tengah kebisingan itu, satu pertanyaan besar justru menggantung tanpa jawaban: Di mana pemimpin daerah kami?
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam belum muncul ke hadapan publik. Tidak ada pernyataan resmi. Tidak ada upaya menenangkan warga. Hal serupa juga berlaku pada Direktur PT Bright PLN Batam, Kwin Fo, yang juga absen memberikan penjelasan di tengah situasi penuh ketidakpastian.
Spekulasi pun liar. Di kolom komentar unggahan feed Instagram swakepri.com, akun @endoferamonta menulis sindiran tajam: “Singkat saja, bang. Berapa kapal + berapa ton yang masuk?”
Akun lain, @rsdfr, menyentil akun @ptplnbatam dengan nada sinis: “Mundur aja Dirutnya.” Di luar dunia maya, keresahan yang sama juga nyata. Tono, seorang warga Batam yang ditemui SwaraKepri mengungkapkan kekecewaannya.
“Ke mana pemimpin kita saat ini (blackout) terjadi? Kok tak muncul? Setidaknya kasihlah kami pemberitahuan atau penjelasan,” ujarnya, Senin 12 Oktober 2026.
Pantauan Selasa 13 Oktober 2025, sejumlah wilayah di Batam Kota masih terjadi pemadaman listrik sejak pulul 09.00 WIB hingga 14.30 WIB. Di sejumlah wilayah lainnya di Batam Kota, pemadaman listrik juga ditemukan pada pukul 17.00 WIB.
Himbauan Diskominfo Batam
Pertanyaan publik itu kemudian dikonfirmasi Tim Redaksi SwaraKepri kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam, Rudi Panjaitan. Pada Selasa 13 Oktober 2026, Diskominfo Batam mengeluarkan siaran pers berisi imbauan agar masyarakat tidak mempercayai informasi hoaks yang beredar di media sosial dan grup percakapan.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta warga tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi terkait gangguan pasokan listrik. Warga juga diminta tidak menyebarkan pesan berantai soal pemadaman listrik selama tiga hari dan pembatasan nyala listrik enam jam, karena informasi itu telah dibantah PT PLN Batam.
“Warga kami imbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan jangan langsung meneruskan pesan berantai yang belum terverifikasi,” ujar Rudi, Selasa.
Ia juga mengingatkan bahwa gangguan pasokan listrik perlu disikapi dengan bijak. Petugas teknis PLN Batam disebut telah melakukan penanganan dan pemulihan sistem secara bertahap. Masyarakat diminta memberi ruang bagi proses perbaikan sembari mengikuti perkembangan dari pihak berwenang.
Berdasarkan infografis kelistrikan PT PLN Batam per Selasa (13/10/2026) pukul 04.00–05.00 WIB, pemulihan pasokan listrik menunjukkan perkembangan positif. Dari total 411.219 pelanggan yang terdampak, sebanyak 406.083 pelanggan atau sekitar 98,8 persen telah kembali menikmati aliran listrik.

Pingback: Batam Blackout 18 Jam, Begini Penjelasan Wali Kota Amsakar – SWARAKEPRI.COM