BATAM – Selama periode Januari-Oktober 2018, BP Batam telah menerbitkan Izin Peralihan Hak (IPH) sebanyak 11.282 permohonan dari total berkas yang masuk sejumlah 12.327 berkas.
“Secara prosentase mungkin lebih dari 90 persen sudah bisa kita proses. Artinya dalam tahun ini, inshallah pelayanan IPH sudah tidak menjadi permasalahan lagi,” kata Deputi 3 Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwi Eko Winaryo.
Sementara sisanya, Eko menjelaskan terdapat permohonan berkas yang masih dalam tahap verifikasi dokumen sebanyak 76 berkas, permohonan ditolak 42 berkas, konfirmasi dokumen 185 berkas, double permohonan 86 berkas dan batal permohonan sebanyak 809 berkas.
“Ada yang batal permohonan karena yang memohon membatalkan atau sudah keluar IPHnya tapi tidak dibayar sehingga batal,” terangnya.
Eko mengharapkan dengan lancarnya proses penerbitan IPH saat ini dapat memberikan dampak positif terhadap meningkatnya pendapatan Pemerintah Kota Batam dari BPHTB.
“Kalau tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, dengan IPH nyangkut di BP Batam, maka tidak bisa ada akta jual beli sehingga teman-teman Pemko tidak bisa mengutip BPHTB. Nah dengan lancarnya ini, harapan kami proses akta jual beli lancar sehingga BPHTB yang menjadi kewajiban yang harus disetorkan oleh Wajib Pajak kepada Pemko itu juga menjadi lancar,” jelas Eko.
Editor : Siska
Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…
Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…
MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
This website uses cookies.