Cabai Merah, Bayam hingga Emas Sumbang Inflasi Kota Batam | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Cabai Merah, Bayam hingga Emas Sumbang Inflasi Kota Batam

BATAM-Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,24% lebih rendah dibandingkan Mei dengan inflasi sebesar 1,03%. Komoditas penyumbang inflasi di Batam adalah cabai merah, bayam dan emas perhiasan.

Mencermati perkembangan inflasi terkini, IHK Kepri pada Juli 2019 diperkirakan mengalami inflasi. Perlu diwaspadai beberapa risiko inflasi ke depan, namun diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional pada 2019 yaitu sebesar 3,5 ± 1% (yoy).

Beberapa potensi risiko pendorong inflasi di Kepri pada Juli 2019 antara lain: (i) mulai tingginya curah hujan dapat menghambat produksi hasil pertanian seperti bayam, kangkung dan kacang panjang dan berpotensi mendorong inflasi kelompok bahan makanan; (ii) penyesuaian biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru diperkirakan mendorong inflasi kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga; (iii) Biaya logistik (angkutan udara) yang relatif tinggi berdampak pada peningkatan biaya distribusi bahan makanan dan berpotensi meningkatkan inflasi kelompok bahan makanan khususnya untuk komoditas-komoditas yang didatangkan dari luar Kepri; dan (iv) potensi gangguan produksi di sentra penghasil disebabkan oleh perubahan cuaca yang dapat menyebabkan keterbatasan pasokan dan mendorong inflasi kelompok bahan makanan.

Sejalan dengan langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pada tahun 2018, pengendalian inflasi tahun 2019 tetap difokuskan untuk meneruskan kebijakan 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif).

Terkait hal tersebut, beberapa rekomendasi untuk mengendalikan inflasi antara lain sebagai berikut: (i) Menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan barang komoditas strategis yang berpotensi menyumbang inflasi pada saat perubahan cuaca; (ii) Berkoordinasi dan melaksanakan monitoring pasokan serta harga di tingkat distributor untuk mengantisipasi penimbunan serta memastikan harga pangan kembali stabil pasca Hari Raya Idulfitri; (iii) Melakukan pengawasan terhadap pasokan daging ayam ras dan telur ayam ras seiring dengan terjadinya disparitas harga ayam hidup yang cukup besar antara peternak dan distributor pada daerah pemasok sehingga fluktuasi harga dapat dikendalikan; (iv) Berkoordinasi dengan maskapai terkait dengan biaya logistik yang tinggi; (v) Tetap berkomitmen untuk mendorong secara aktif pemantauan Satgas Pangan yang sudah berjalan baik untuk mengendalikan inflasi bahan makanan pasca Hari Raya Idulfitri; serta (vi) Terus meningkatkan koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengingat pengendalian harga memerlukan kerjasama dan sinkronisasi langkah kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah, serta komitmen yang kuat dalam implementasi kebijakan yang telah diputuskan.

 

 

 

 

 

 

Humas Pemprov Kepri

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top