BATAM – Komisi IV DPRD Kota Batam meminta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam memangkas anggaran pembinaan organisasi yang mencapai Rp 8,7 miliar untuk tahun anggaran 2018.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono saat rapat dengar pendapat membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018.
“Anggaran sebesar ini banyak untuk kegiatan seremonial, sewa-menyewa, tim penggerak PKK, kejuaraan, tak menyentuh langsung kepada masyarakat. Ini masukan saja, bagaimana kalau dikurangi,” kata Djoko.
Dia menyarankan, anggaran tersebut juga bisa dialokasikan untuk mengantisipasi bantuan anak-anak miskin berobat. Sebab, menurut dia, posting anggaran untuk itu, selain berada di Dinas Kesehatan, juga terdapat di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
“Kalau bisa ini ditinjau ulang kembali. Karena kontradiksi. Kami harapkan peruntukan anggaran bisa menyentuh langsung ke masyarakat. Kalau yang ada sekarang, selesai acara selesai kegiatan,” ujar dia.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah mengakui kalau anggaran yang diajukan memang terkuras diperuntukkan pembinaan organisasi.
Sebab insentif untuk kader Posyandu naik. Dari sebelumnya Rp 175 ribu, naik menjadi Rp 200 ribu. Selain itu, ada beberapa kegiatan lainnya.
“Jadi anggaran itu bukan untuk seremonial saja. Ada 10 program PKK yang dilombakan mulai kelurahan sampai ke tingkat provinsi. Kalau tak ada evaluasi, memberikan uang pembinaan, tak ada semangat untuk membuat lebih bagus lagi,” kata Hasyimah. (RED/TB)
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…
Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan serta penerapan…
This website uses cookies.