BATAM – Hasil verifikasi dan validasi Dinas Sosial Kota Batam meyimpulkan bahwa jumlah penduduk miskin yang akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahun 2018 mendatang berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.
“Ya, data yang kita himpun berjumlah sekitar 37.482 KK, jumlah itu berkurang dari hasil sensus Basis Data Terpadu tahun 2015 lalu yang berjumlah sekitar 39.903 KK,” kata Sekretaris Disnos Batam Leo Putra kepada SWARAKEPRI.COM, Selasa (03/10/2017).
Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab berkurangnya data penduduk miskin yang menerima bantuan seperti alamat yang tidak ditemukan, meninggal dunia dan sebagian ada yang pindah tempat tinggal. “Itu hasil verifikasi dan validasi kita di lapangan,” tambahnya.
Sementara Panti Asuhan sambung Leo, sebanyak 71 Panti Asuhan di Batam telah terdata. Namun, Panti Asuhan yang akan menerima bantuan adalah yang melakukan pengajuan permohonan bantuan.
“Dari 71 Panti Asuhan yang terdata sebanyak 31 panti sudah mengajukan permohonan. Nah, dari 31 yang melakukan pengajuan dan verifikasi ternyata hanya 28 Panti Asuhan yang mendapat bantuan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, 3 Panti Asuhan yang tidak masuk hitungan sebagai penerima bantuan dari Dinsos karena tidak memenuhi syarat administrasi pada saat pendataan.
“Panti Asuhan yang melakukan pengajuan permohonan bantuan akan didata lagi. Jika memenuhi syarat administrasi tentu akan mendapat bantuan,” tutupnya.
Penulis : CR 13
Editor : Roni Rumahorbo
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…
Pada Mei 2026, KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622…
Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK dinilai menjadi momentum penting…
Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di…
BINUS University terus memperkuat revitalisasi Pasar Bunga Rawa Belong sebagai pusat florikultura terbesar di Asia…
This website uses cookies.