Categories: HUKUM

Dua Kurir Sabu 1,9 Kg Dituntut 17 Tahun Penjara

BATAM – Dua terdakwa kasus sabu seberat 1999 Gram, Safwan Ahmad dan Armia dituntut 17 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam yang dibacakan Jaksa pengganti Yogi Nugraha dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Senin(20/11).

Dalam tuntutannya, JPU menyebutkan kedua terdakwa yang merupakan kurir sabu lintas provinsi ini harus membayarkan denda sebesar Rp 1 miliar dan apabila tidak dibayarkan akan diganti dengan denda kurungan selama 1 tahun.

“Kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) dan pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tambah Yogi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kuasa Hukum kedua terdakwa, Eliswita memohon keringanan hukum dari Mejelis Hakim.

“Kedua terdakwa mengakui perbuatannya yang mulia dan mohon diringankan hukumannya mengingat kedua terdakwa merupakan tulang punggung keluarga juga,” kata Eliswita.

Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim Tumpal Sagala didampingi Hakim anggota Redita Ika Septina dan Rozza El Afrina menunda persidangan satu minggu ke depan dengan agenda putusan.

“Sidang kita tunda satu minggu dengan agenda putusan,” kata Tumpal sambil mengetuk palu tanda persidangan ditutup.

Dalam dakwaan JPU, disebutkan bahwa pada hari Kamis tanggal 18 Mei 2017 lalu, terdakwa Safwan masih berada di Sawang, Aceh Utara, kemudian terdakwa dihubungi Mukaram (DPO) dan menyuruh terdakwa Safwan untuk membawa Sabu dari Batam ke Palembang dengan upah sebesar 10 juta rupiah dan saat itu terdakwa disuruh untuk membawa teman satu orang lagi.

Terdakwa kemudian menawarkan pekerjaan tersebut kepada terdakwa Armia dan bersedia untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Kemudian terdakwa Safwan dan Armia berangkat ke Batam melalui Medan dengan menggunakan pesawan Lion Air. Tiba di Batam, kedua kemudian dihubungi seseorang yang bernama Ijal dan menyuruh pergi ke Simpang Base Camp Batu Aji untuk menjemput sabu yang telah dipesan oleh Mukaram.

Selanjutnya, kedua terdakwa menerima 20 bungkus plastik bening berisi sabu dai Ijal. Kemudian 20 bungkus Sabu itu dibagi dua, 10 bungkus untuk Safwan dan 10 bungkus lagi untuk Armia.

Kemudian terdakwa Safwan memasukkan sabut tersebut ke dalam celana Jeans panjang dibagian kakinya, setelah itu celana Jeans tersebut dimasukkan ke dalam tas, selanjutnya, terdakwa safwan berjalan seakan-akan tidak ada menyimpan barang terlarang hingga terdakwa Safwan sampai di Bandara Hang Nadim dan kemudian ditangkap.

 
Penulis : Roni Rumahorbo

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

8 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

9 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

9 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

9 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

9 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

10 jam ago

This website uses cookies.