EDB Singapura Lirik Sektor Industri Potensial di BBK – SWARAKEPRI.COM
BISNIS

EDB Singapura Lirik Sektor Industri Potensial di BBK

BATAM – The Working Group on Batam, Bintan, Karimun (BBK) kembali melakukan pertemuan di ruang rapat anggota 4 Kantor Badan Pengusahaan(BP) Batam, Selasa (6/9/2016).

 

Pertemuan tersebut dipimpin anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya BP Batam, Purba Robert M Sianipar, dengan dihadiri oleh para delegasi dari Economic Development Government (EDB) Singapura, Ms. Jayashree Sadanandan, Director International Policy, Mr. Micheal Goutama, Vice Chairman, Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Singapura.

 

Sebagai fasilitator hadir Mohammad Zainal Fattah, Asisten Deputi Infrastruktur Sumber daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta delegasi dari Badan pengusahaan Batam, Bintan dan Karimun.

 

Delegasi EDB Singapura mengatakan pertemuan kali ini digagas usai bertemu dengan Presiden RI yang menyatakan ada banyak perubahan baik di Batam saat ini, termasuk terakhir program izin investasi 3 jam (i23J) dan kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang telah diluncurkan BP Batam, dan Presiden akan terus mengupayakan banyak perubahan baik, dalam rangka akselerasi investasi di Batam.

 

Untuk mengapresiasi apa yang telah di dilakukan pemerintahan Indonesia, EDB Singapura yang telah lama berkolaborasi dengan Indonesia (dalam hal ini Batam) akan terus menyeberluaskan informasi positive ini kepada investor Singapura.

 

Dalam konteks Join Action Roadmap for The Working Group on BBK (Batam, Bintan dan Karimun), dalam pertemuan kali ini, EDB Singapura delegasi Singapura focus pada bagaimana membentuk aksi dan menggagas serangkaian terobosan yang dapat di kerjasamakan Indonesia (dalam hal ini BBK) – Singapura.

 

EDB Singapura langsung melakukan pendekatan dengan stakeholders terkait untuk melihat prospek sejumlah sektor industry diantaranya digital creative industry (industry kreatif) dan digital economy di Batam, oil and gas strorage industry (industry oil dan gas) dan shipbuilding (perkapalan) di Karimun dan Batam, serta terus akan digali potensi lain yang ada di wilayah lainnya baik Bintan dan Tanjung Pinang.

 

Ekonomi global saat ini selalu mengalami pergerakan yang mungkin tidak dapat kita prediksi, tetapi tentu Ekonomi Batam dengan dukungan dari Pemerintah Pusat akan memberikan dorongan untuk bagaimana tetap siap berkompetisi, selalu melakukan terobosan-terobosan baik bagi dunia investasi, dan tentu dengan ini Batam turut memberikan dampak posistive bagi daerah Bintan dan Karimun untuk menarik investor datang.

 

Melalui BP Batam, EDB Singapura mengharapkan dapat kembali meneruskan sebuah era baru kolaborasi yang lebih kuat dalam membangun Batam, Bintan dan Karimun dengan dukungan dari Presiden.

 

“Kami memiliki 10 item yang di bahas, ini merupakan pertemuan dengan level meeting yang lebih tinggi, kita focus untuk menindaklanjuti 10 item yang telah kami rancang pada 3 kawasan Batam Bintan Karimun,” terang Ms. Jayashree saat kami temui.

 

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya, Purba Robert M Sianipar memimpin pertemuan, dihadiri oleh Mohammad Zainal Fattah (batik hitam), Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mr. Micheal Goutama Vice Chairman Kadin Singapura ( batik merah), delegasi EDB Singapura, Ms. Jayashree Sadanan dan Director International Policy ( jaket biru donker) duduk disamping Direktur Promosi dan Humas Purnomo Andiantono

Purba Robert M Sianipar(kanan) memimpin pertemuan, Mohammad Zainal Fattah (batik hitam), Mr. Micheal Goutama (batik merah), Ms. Jayashree Sadanan(jaket biru donker), Purnomo Andiantono(kedua dari kanan)

 

Dirinya bersama KADIN Singapura sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas diluncurkannya sebuah tools yang selama ini dutunggu dan ditanyakan oleh para investor yakni i23J dan KLIK di Batam.

 

Sementara itu Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya BP Batam, Purba Robert M Sianipar menyampaikan, The Working Group ini merupakan pengejawantahan kerjasama Indonesia dengan Singapura untuk memajukan BBK (Batam, Bintan dan Karimun) yang lokasinya sangat dekat dengan Singapura.

 

Puncak dari The Working Group ini adalah pertemuan kedua kepala negara yakni Presiden RI dengan Perdana Menteri Singapura untuk nantinya mengevaulasi dan melihat secara real hasil dari The Working Group Ini.

 

“Dukungan yang luar biasa dari kedua kepala negara ini, namun bedanya pada masa pemerintahan Pak Jokowi ini, kita diminta untuk lebih real berfokus pada hasil, dan dengan program-program yang memudahkan investasi seperti i23J dan KLIk kita harapkan ini akan menjadi tools bagi investor asing sehingga dapat meningkatkan investasi di Batam, Bintan dan Karimun,” Imbuh Robert.

 

Adapun sejumlah agenda yang dibahas dalam pertemuan ini adalah business environment (lingkup bisnis), investment promotion (bentuk promosi investasi), industry sector (focus sektor industry) dan capacity development (bentuk pengembangan yang akan dilakukan), dilanjutkan dengan site visit atau peninjauan Program IT Politeknik Batam.

 

Hadir mendampingi Anggota 4 BP Batam, Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono dan Head International Policy EDB Singapura, Mr. Bin Boon Song selaku delegasi EDB Singapura.***

 

 

Direktur Promosi dan Humas BP Batam
Purnomo Andiantono

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top