Categories: HUKUM

Empat Terdakwa Kasus Sabu 6,8 Kg Terancam Hukuman Mati

BATAM – Empat terdakwa kasus narkotika jenis sabu seberat 6,8 Kg yakni Agus Salim, Marrizzaman, Angga Wynanda dan Fadlul Haq terancam hukuman mati di Pengadilan Negeri Batam.

Jaksa Penuntut Umum(JPU) Zua Ul Fattah Idris membacakan dakwaan terhadap para terdakwa (masing-masing dalam berkas terpisah) dalam sidang perdana yang digelar Kamis(5/4) sore.

JPU menjerat para terdakwa dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsidair pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dalam dakwaannya JPU menguraikan bahwa terdakwa Angga Wynanda ditangkap Bareskrim Polri tanggal 29 Oktober 2016) pukul 19.10 WIB di Perumahan Taman Harapan Indah RT 02/010 Blok C Nomor 1 Kelurahan Bengkong Batam sebagai anak buah Agus Salim. Agus Salim memerintahkan Angga menjemput dan menerima sabu dari terdakwa Fadlul Haq suruhan dari Xifu (DPO) orang Malaysia melalui terdakwa Marizzaman.

“Terdakwa Angga menerima imbalan atau upah dari terdakwa Agus Salim sebesar Rp 20 juta setiap kali pengambilan Narkotika tersebut,” kata JPU.

Dijelaskan bahwa setelah dilakukan introgasi oleh petugas Bareskrim Polri, diketahui Angga Wynanda disuruh oleh Agus Salim untuk mengambil dan menerima sabu sebanyak 6 Kg.

Untuk memperoleh sabu tersebut, Agus Salim menghubungi Marizzaman untuk memesan dan mendapatkan shabu sebanyak 3 Kg untuk diberikan kepada orang yang memesan kepada Agus Salim masing-masing sebanyak 1,5 Kg di daerah Bandung dan Surabaya dengan harga Rp 350 Juta/Kg.

Selanjutnya Marrizaman memberikan sabu sebanyak 6 Kg kepada Agus Salim dan meminta tolong untuk memberikan atau mengantarkan sebanyak 3 Kg kepada yang memesan ke Marrizaman di Jakarta, dan terdakwa Agus Salim menyepakati perintah tersebut.

Marrizaman meminta nomor Hanphone anak buah Agus Salim yaitu Angga Wynanda untuk menjemput sabu dari suruhan Xifu(DPO) melalui Marrizaman yaitu Fadlul Haq sebanyak 6 Kg di daerah Uniba Batam Centre.

Saat terdakwa Agus Salim sedang menunggu hasil laporan suruhannya yakni Angga Wynanda tentang peredaran Narkotika tersebut, terdakwa ditangkap Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba.

Sabu yang dibeli Agus Salim diperintahkan untuk dijual kembali kepada orang yang memesan kepada terdakwa Agus Salim dengan harga Rp 450 Juta dengan cara pembayaran mentransfer ke rekening Jenny sesuai perintah dan arahan dari Marrizanan.

Seusai mendengarkan dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim Agus Rusdianto didampingi Hakim Anggota Muhamad Chandra dan Redite Ika Septina menunda persidangan hingga seminggu kedepan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

 

 

Penulis : Roni Rumahorbo

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Jaksa Tuntut 6 Bulan Penjara, Bowie Yoenathan Minta Vonis Bebas

BATAM - Sidang lanjutan perkara mantan Direktur Utama(Dirut) PT Agrilindo Estate, Bowie Yoenathan dalam kasus…

2 jam ago

100 Santri Ikut Merasakan Kemeriahan Junior Miners Fun Fest 2026

Di tengah kemeriahan Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang digelar di Avenue of The…

3 jam ago

Helm Kuning dan Petualangan Tambang, Hari Pertama Junior Miners Fun Fest 2026 Disambut Antusias

Rabu, 2 Juli 2026, area Avenue of the Star, Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan,…

3 jam ago

BRI Finance Sambut Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Optimistis Pembiayaan EV Terus Tumbuh

Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari…

5 jam ago

Dukung Pertamina Implementasi B50 Nasional, Elnusa Petrofin Gelar Go Live Penyaluran Perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal IBT Pulau Laut

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk. (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream…

6 jam ago

Bahasa Inggris di Kampus: Mitos atau Realita?

Saat membahas modal paling penting untuk bekerja di perusahaan multinasional atau bahkan luar negeri, tentu…

6 jam ago

This website uses cookies.