Categories: HUKRIM

Fadillah belum Ditahan, Kinerja Mabes Polri Dipertanyakan

BATAM – swarakepri.com : Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam, drg Fadillah Mallarangan masih bisa bernafas lega meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka dan diperiksa penyidik Bareskrim Polri dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan(Alkes) tahun 2011, Senin(25/5/2015) lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat(Karopenmas) Polri Brigjen Agus Rianto ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Fadillah telah diperiksa, namun belum dilakukan penahanan.

“Tersangkanya diperiksa, tapi tidak ditahan,”ujar Agus(26/5/2015) seperti dikutip dari JPNN.

Ketua Presidium LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (KODAT 86) Tain Komari mempertanyakan kinerja Bareskrim Polri yang belum melakukan penahanan terhadap Fadillah Mallarangan.

“Dalam menetapkan seseorang jadi tersangka, penyidik pasti sudah memilik alat bukti yang cukup. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera menahan Fadillah,” tegas Tain kepada swarakepri.com malam ini, Rabu(27/5/2015).

Menurut Tain penahanan terhadap tersangka sangat penting untuk meminimalisir munculnya konspirasi untuk mengaburkan kasus ini.

“Jika tersangka masih belum ditahan, kan bisa saja dia bertemu dengan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.

Tain menegaskan agar Bareskrim Mabes Polri menerapkan perlakukan hukum yang sama terhadap semua masyarakat.

“Tunjukkan Kepolisian serius dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terus menuruh terhadap Polisi,” harapnya.

Tain juga mendesak Kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini dan menjerat para pelaku yang terlibat didalamnya.

Kasus pengadaan alkes tahun 2011 ini kata Tain ditemukan beberapa kejanggalan. Seperti penunjukan jabatan Dirut RSUD embung Fatimah yang hanya berselang 1 bulan dengan penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran(KPA) dalam proyek tersebut.

“Kok bisa pejabat baru langsung jadi KPA? Kenapa? Adakah intervensi dari Kepala Daerah? Dalam hal ini diduga ada hubungan sebab akibat,” pungkasnya. (red/rudi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

9 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

13 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

15 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

15 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

15 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

16 jam ago

This website uses cookies.