Selain memberikan materi tentang pemulihan dan penguatan mental, tim Yayasan Fokus Karya Bangsa juga menekankan pentingnya keterampilan sosial dan komunikasi efektif, yang menjadi bekal penting bagi WBP saat kembali ke masyarakat.
Melalui kerja sama ini, baik Rutan Batam maupun Yayasan Fokus Karya Bangsa berharap agar program rehabilitasi pemasyarakatan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pemasyarakatan lainnya.
Sinergi ini juga menjadi bukti nyata bahwa proses pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga tentang membangun harapan baru dan kesempatan kedua bagi setiap manusia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perubahan selalu mungkin. Setiap langkah kecil menuju perbaikan adalah investasi bagi masa depan, baik bagi individu maupun bagi masyarakat luas,”ujar Karina.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan seluruh Warga Binaan dapat memperoleh manfaat yang berkelanjutan dan siap berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat, sejalan dengan semangat pembinaan Rutan Batam: Sehat, Tertib, Aman, dan Produktif./RD
Page: 1 2
BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…
BATAM - Kantor Pelayanan Utama(KPU) Bea dan Cukai Tipe Batam telah menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (14/4) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
Jakarta, April 2026 – Perubahan pola kerja dalam beberapa tahun terakhir mendorong banyak profesional untuk…
Kesadaran akan pentingnya kemandirian finansial telah mengalami pergeseran besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama di…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi…
This website uses cookies.