Soerya : Aparat tidak Punya Wewenang
BATAM – swarakepri.com : Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) serentak di Kota Batam diwarnai peristiwa penangkapan terhadapseorang pria berinisial A yang diduga bagi-bagi uang untuk memenangkan salah satu calon kepala daerah, Rabu(9/12/2015) dini hari di Bengkong Sadai, Batam, Kepulauan Riau.
Ironisnya, penangkapan tersebut bukan dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu(Panwaslu), tapi oleh aparat TNI AD dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0316 Batam.
Dandim 0316 Letkol Josep Tarada Sidabutar membenarkan adanya peristiwa penangkapan terhadap pria berisial A tersebut.
Ia mengatakan bahwa pelaku dan barang bukti sempat diamankan di Markas Kodim 0316 di Seraya.
“Kita akan laporkan ke Panwas untuk menindaklanjuti kasus ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/12/2015) pagi.
Penangkapan pria berinisial A oleh aparat TNI tersebut mendapat reaksi dari Calon Gubernur Soerya Respationo.
Ia menegaskan bahwa aparat tidak punya wewenang untuk mengamankan langsung jika ada dugaan pelanggaran dalam proses pilkada.
“Maksudnya apa ngamankan, tindakan pemilu itu oleh panwas, bukan langsung dari aparat,” tegasnya. (red/vv/bn/ok)
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan…
Solusi digital end-to-end yang membantu pemerintah daerah dan institusi pendidikan mengelola proses penerimaan secara lebih…
Tren upgrade CVT motor matic terus meningkat di Indonesia seiring tingginya kebutuhan pengguna akan akselerasi…
BATAM – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau menerima kunjungan akademik mahasiswa Fakultas Ekonomi…
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan orang tua tidak hanya sebatas perhatian dan kebersamaan, tetapi juga dukungan…
BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…
This website uses cookies.