Hewan Peliharaan Perlu Vaksin Covid-19? – SWARAKEPRI.COM
OPINI

Hewan Peliharaan Perlu Vaksin Covid-19?

Andini, Mahasiswi STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang./Foto: Dok.Pribadi

COVID-19 atau Corona Virus merupakan virus yang tengah menjadi pandemi saat ini. Virus ini menyebar dengan sangat cepat, karena mudah menular dan berkembangbiak dengan cepat. Virus ini menyebar melalui bersin atau batuk orang yang sudah terinfeksi. Tapi tidak menyebar melalui udara. COVID-19 masih dapat hidup pada benda mati rata-rata selama 1-3 hari.

Alhamdulillah Vaksinasi COVID-19 telah didapatkan dan dikirim ke Indonesia, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin menggunakan vaksin Sinovac.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Emergency Use Authorization (EUA) telah memberikan izin atas penggunaan vaksin Sinovac ini.

Mendapatkan vaksin COVID-19 bisa melindungi tubuh kita bersama pada saat ini, dan mengurangi resiko terdampak virus Corona. Vaksin COVID-19 dapat mencegah penularan virus Corona. Atau, kamu yang sedang tertular virus Corona, vaksin dapat mencegah tubuh dari penyakit yang parah atau potensi hadirnya komplikasi serius.

Dengan mendapatkan vaksin kita sudah termasuk orang-orang yang melindungi diri dan juga lingkungan sekitar dari virus Corona, apalagi terdapat keluarga atau tetangga yang mempunyai risiko penyakit jika tertular virus Corona ini.

Pada masa pandemi COVID-19 ini, menjaga jarak sosial atau sosial distancing merupakan cara terbaik untuk menghindari penularan COVID-19.

Terminologi ini pun mulai mendunia sejak akhir 2019, ketika merebaknya kasus virus Corona. Namun sosial distancing tidak hanya sesama manusia agar terhindar dari penularan virus COVID-19. Banyak hewan juga menjaga jarak dengan mereka yang terinfeksi untuk membatasi penyebaran penyakit.

Perlu diketahui bersama, virus Corona menginfeksi sejumlah hewan selain manusia, termasuk kucing, anjing, harimau, dan gorila. Awalnya ilmuwan tidak menganggap hewan berperan dalam penyebaran virus ke manusia, terlebih laporan COVID-19 pada hewan peliharaan jarang terjadi. Lantas, perlukah memberikan vaksin Corona pada hewan peliharaan?

Kasus hewan tertular COVID-19 telah terjadi di berbagai negara. Hewan yang dinyatakan positif Corona mulai dari harimau, gorila, hingga kucing.

Ilmuwan dari Inggris dan Amerika Serikat lantas memunculkan gagasan agar vaksin COVID-19 juga diberikan ke hewan peliharaan. Para ilmuwan menyebut potensi evolusi virus di tubuh hewan yang kemudian tertular ke manusia bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Hingga kini, belum ada kasus COVID-19 yang ditularkan hewan ke manusia, tetapi ilmuwan berkata lebih baik waspada.

“Masuk akal untuk mengembangkan vaksin bagi hewan peliharaan rumah, hewan domestikasi, sebagai kesiagaan untuk mengurangi resiko,”ujar Cock van Oosterhout, profesor evolutionary genetics di Universitas East Anglia.

Sekelompok peneliti dalam jurnal Virulence (25/1/2021) mengatakan bahwa hewan sebagai reservoir virus dapat menimbulkan risiko bagi manusia di masa datang. Sebab, terdapat potensi virus yang berevolusi pada hewan dan menyebar, lalu kembali ke manusia.

Lalu, apa risiko yang terjadi jika hewan tidak divaksin corona? Risikonya adalah selama ada reservoir, virus mudah berpindah. Dari hewan ke hewan, kemudian virus mulai mengembangkan strain khusus hewan.

Strain virus baru dapat menyebar kembali ke populasi manusia dan bisa berakhir dengan adanya penyakit baru yang berkaitan dengan hewan yang semakin besar resikonya.

Apalagi di kota kita sekarang ini kota Tanjung Pinang, jika dihitung-hitung tentunya tidak sedikit masyarakat yang mempunyai hewan peliharaan dirumah.

Apakah mereka memikirkan kesehatan peliharaan nya itu? Untuk itu vaksin COVID-19 untuk hewan peliharaan hanyalah sekedar usulan, hal ini untuk mencegah virus corona berkembang lebih luas dan suatu saat menularkannya kembali ke manusia.

Saat ini, masih belum terpikirkan bahwa vaksinasi beberapa spesies hewan peliharaan diperlukan untuk menekan penyebaran infeksi. Hanya saja para peneliti dalam jurnal Virulence mengusulkan gagasan vaksinasi COVID-19 pada anjing dan kucing. Mungkin usulan ini bisa dipertimbangkan untuk di kemudian hari.

Penanganannya dengan cara rajin cuci tangan dan hindari bersentuhan dengan binatang, tetapi tetap cuci tangan setelah bermain atau menyentuh binatang.

Untuk mencegah tersebarnya virus ini, bisa dimulai dari diri kita sendiri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti social distancing/menjaga jarak dengan orang lain, rajin mencuci tangan
menggunakan sabun selama 20 detik, menutup mulut ketika batuk dan bersin, hindari bersentuhan dengan binantang, kemudian hindari kontak dengan orang lain dengan berkomunikasi sejauh 1,5 meter dari yang diajak ngobrol. Maka dari itu, jika lingkungan sudah aman kecil kemungkinan untuk virus corona menyebar luas.

Untuk masyarakat Kota Tanjung Pinang yang memiliki hewan peliharaan dapat mendukung opini ini, agar peliharaan kesayangan kita terjamin kesehatannya. Apalagi sekarang ini masyarakat sedang semaraknya memelihara ikan hias atau sering disebut ikan cupang.

Bukan kah itu termasuk hewan peliharaan? Alangkah sayangnya jika ikan cantik nan bagus itu mati terdampak virus COVID-19 dan juga hewan-hewan peliharaan lainnya.

Kami hanya bisa mendengar kabar baik dari pemerintah Kota Tanjung Pinang, opini ini hanya usulan mendesak dan tidak bersifat memaksa. Karena ditakutkan kalau vaksin COVID-19 ini terbatas jumlahnya.

Penulis: Andini, Mahasiswi STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top