Impor Lele Illegal dari Malaysia Rugikan Peternak Lokal Batam

Importir Lele Illegal Diduga Bekerjasa Sama dengan Dinas KP2K Batam

BATAM – swarakepri.com : Maraknya penyelundupan lele dari Malaysia ke Batam sangat merugikan ratusan peternak lele lokal yang ada. Ulah importir lele asal Malaysia bernama Asun diduga telah bekerjasama dengan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam.

Ray Sandy Stefan, Ketua Asosiasi Pembudidaya Ikan Air Tawar Batam menegaskan bahwa akibat ulah Asun yang memasok lele illegal dari Malaysia, 200-an peternak lele lokal mengalami kerugian karena tidak bisa menjual lele kepasaran.

“Sesuai lebaran peternak lokal tidak bisa menjual kepasar karena stok pedagang telah dipasok oleh Asun dengan harga yang lebih murah,” ujar Ray,Sabtu(31/8/2013) ketika ditemui dirumahnya.

Dikatakan Ray bahwa masukknya lele illegal dengan harga yang lebih murah sangat merugikan peternak lele lokal. Apalagi peternak lele juga harus membeli pakan lele yang harganya juga mahal.

Ketika disinggung mengenai kebutuhan lele untuk masyarakat Batam, Ray mengaku untuk per harinya dibutuhkan kira-kira 7 ton lele. Peternak lele dibatam baru mampu memenuhi 4 ton lele. Dan untk memenuhi kekurangan tersebut lele di pasok dari lingga dan Tanjung pinang.

“Kami mendesak Pemerintah kota batam terutama Dinas KP2K agar secepatnya menyelesaikan permasalahan lele illegal yang diimpor dari Malaysia,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas KP2K Batam, Suhartini yang dikonfirmasi justru balik menantang awak media ini untuk membuktikan adanya import lele illegal dari Malayisa yang dilakukan oleh Asun.

“Jangan cuma isu, buktikan kalau benar ada impor lele illegal,” ujar Suhartini

Sebelumnya kamis malam lalu(29/8/2013) para peternak lele lokal yang ada di Batam telah mendatangi rumah mewah Asun , importir lele illegal dari Malaysia yang berada didaerah Punggur, Batam untuk mempertanyakan mengenai maraknya lele illegal yang beredar dipasaran.

Untuk diketahui dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2011 diberlakukan pembatasan impor ikan dan diperkuat dengan Peraturan Dirjen Kelautan dan perikanan No 231 Tahun 2011 yang mengatur jenis-jenis ikan yang tidak diijinkaN masuk batam,termasuk Lele.

Aturan selama ini tidak pernah dilaksanakan oleh Dinas KP2K Batam karena tetap membiarkan impor lele illegal dari Malaysia dilakukan oleh Asun.(adi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

4 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

5 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

5 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

5 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

5 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

6 jam ago

This website uses cookies.