BALI – Pihak berwenang Bali, Jumat (13/1), mengatakan mereka baru saja menyelamatkan 43 penyu hijau yang terancam punah dalam operasi rutin Angkatan Laut.
Chelonia mydas, spesies penyu hijau yang dilindungi di Indonesia, telah diamankan di sebuah pangkalan Angkatan Laut dan dirawat oleh petugas satwa liar yang nantinya akan dilepasliarkan kembali ke alam liar.
“Inilah keberhasilan tim Gabungan Lanal, sehingga kita dapat menyelamatkan sekitar 43 penyu hijau dalam keadaan hidup dan sehat,” kata Komandan Lanal Denpasar Kolonel Marinir I Dewa Rake Susila kepada wartawan.
Pihak berwenang mengatakan Angkatan Laut menemukan para pemburu liar di daerah Gilimanuk dalam operasi itu. Para pemburu itu sendiri berhasil melarikan diri dan meninggalkan jarahan mereka.
Indonesia telah menjadi pusat perdagangan internasional penyu laut, memenuhi permintaan dari negara-negara seperti Malaysia, Vietnam dan China.
Populasi penyu hijau, salah satu penyu laut terbesar, telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena perburuan, hilangnya tempat bertelur di pantai, dan tertangkap oleh alat penangkap ikan.
Penyu hijau dan penyu-penyu jenis lain juga menjadi korban krisis plastik laut yang terus meningkat di dunia. Satwa liar itu biasanya mati setelah menelan plastik dalam jumlah besar./VOA
PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…
BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…
Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…
Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…
BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…
This website uses cookies.